SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Debit air di 34 waduk di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mulai menyusut sejak dua bulan terakhir ini. Bahkan sejumlah rawa yang menjadi andalan petani untuk irigasi pertanian juga mulai mengering.
Dari pantauan, rawa yang mengering yaitu rawa Sekaran di Kecamatan Sekaran dan Rawa Plososetro di Kecamatan Pucuk. Sejumlah dam dan sungai  yang dialiri air dari rawa tersebut juga tampak kering kerontang. Padahal dua rawa ini selama ini menjadi sumber irigasi pertanian di desa-desa di Kecamatan Sekaran, Pucuk hingga Kecamatan Maduran.
Mengeringnya rawa tersebut menjadikan para petani kelimpungan. Pasalnya saat ini sebagian petani di wilayah Kecamatan Pucuk dan Sekaran sedang menanam jagung. Usia jagung sendiri baru sekira satu setengah bulan.
Agar tananam jagung tidak mati kekeringan dan mengalami kerugian besar, para petani di wilayah setempat terpaksa melakukan penyiraman dengan mengambil air dari sumur di sawah yang kedalamannya mencapai 40 meter hingga 60 meter.
“Setiap pagi dan sore harus nimba  dan mikul air, Mas. Disiramkan ketanaman jagung satu persatu,” kata Sukri, petani di Desa Cungkup, Kecamatan Pucuk kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (19/9/2013).
Petani lainnya, Mardam, mengharapkan, agar hujan segera turun agar rawa dan sungai tidak lagi kering sehingga dirinya tidak usah bersusah payah menyiram tanamannya setiap hari.
“Seminggu ini sempat dua kali turun hujan. Namun tidak cukup membantu,” cetus Mardam ditemui terpisah.
Sekcam Sekaran, Kamsun, membenarkan, jika waduk sekaran yang selama ini mengaliri ratusan hektar sawah di wilayah Sekaran mengering.
“Mudah-mudahan musim penghujan segera datang sehingga petani tidak harus pontang-panting merawat tanamannya,” harap Kamsun. (tok)