SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengharapkan adanya bantuan dari perusahaan Minyak dan gas Bumi (Migas) baik di Kabupaten Bojonegoro maupun Lamongan untuk mengatasi kekeringan yang melanda wilayah Lamongan.
“Melalui media ini kami mengharapkan kepedulian dari perusahaan Migas di Bojonegoro maupun Tuban untuk membantu kekeringan yang melanda wilayah Lamongan, “ harap Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Purbianto kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (21/9/2013).
Menurutnya, kabupaten Lamongan tidak seberuntung dua kabupaten tetangga tersebut yang memiliki banyak perusahaan migas sehingga selalu memberikan kontribusi kepada masyarakat setempat melalui program corporate social responsibility (CSR).
“ Di Lamongan pernah ada sumur minyak Gondang milik Joint Operating Body Pertamina-PteroChina East Java, namun sekarang tidak berproduksi lagi. Sehingga tidak bisa lagi diharapkan bantuan melalui program CSRnya, “ kata Purbianto, mengungkapkan.
Di menjelaskan, saat terjadi kekeringan setahun lalu, salah seorang stafnya pernah mengajukan proposal meminta bantuan ke perusahaan ExxonMobil, namun tidak ada tanggapan sama sekali.
“Jangankan bantuan, surat balasan saja tidak ada,†ujar dia.
Kekeringan tahun ini telah melanda wilayah Lamongan sejak sebulan terakhir. Â Saat ini terdapat 8 kecamatan terdiri 32 desa yang mengalami krisis air bersih. Untuk pengadaan distribusi air bersih BPBD hanya mendapatkan anggaran Rp50 juta dari Pemkab Lamongan.
Karena minimnya dana tersebut BPBD berusaha untuk mendapatkan bantuan dari pihak lain.
“Saat ini yang telah membantu yaitu PLN Lamongan, Stikes dan PMI melalui team relawannya. Karena itu kami sangat mengharapkan bantuan dari perusahaan migas, “ pungkas Purbianto. (tok)