Lahan Bekas Seismik Blok Nona Dibiarkan Bero

lokasi blok nono

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan- Ratusan hektar lahan pertanian di wilayah Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dibiarkan bero (tidak ditanami). Hal itu disebabkan cuaca ekstrim yang terjadi beberapa waktu lalu.

Padahal seharusnya saat ini petani di eks seismik Blok Nona yang dilakukan Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) itu menikmati musim panen tembakau.

“Tahun ini ndak bisa tanam tembakau mas imbas dari cuaca ekstrem beberapa waktu lalu,” kata Tohir, seorang petani di Desa Kedungrejo kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (23/9/2013).

Diterangkan Tohir, umumnya para petani di wilayah Kecamatan Modo memulai bertanam tembakau diawal musim kemarau yaitu bulan Mei – Juni. Namun karena pada waktu itu hujan masih terus mengguyur menjadikan petani tidak bisa memulai tanam.

“Bibit tembakau tidak bisa hidup kalau kebanyakan air,” sergah Sujak petani lainnya.

Beberapa petani yang masih nekad bertanam tembakau saat itu akhirnya menyerah setelah berulangkali bibit mereka mati tergenang air hujan. Kemudian petani di Kecamatan Modo akhirnya membiarkan lahan pertanian mereka bero dan tidak memberikan hasil sama sekali.

Baca Juga :   Pertanyakan Proses Kajian Sewa Lahan EPF Blok Cepu

Kondisi itu tidak hanya berimbas pada petani tembakau, melainkan juga para tengkulak. Mereka tidak bisa menyediakan stok untuk gudang rokok di Lamongan dan Bojonegoro.

“Petani tidak panen kami juga nganggur, Mas,” aku Kabul, salah satu pengepul tembakau asal desa Nguwok.

Menurut dia, biasanya pada bulan September merupakan panen raya bagi para petani tembakau. Apalagi tanaman tembakau asal wilayah Modo dikenal memiliki kwalitas unggul dan paling diminati perusahaan rokok.

“Tahun kemarin harga tembakau rajang kering Rp25 ribu perkilo. Sekarang karena kwalitas jelek akibat cuaca yang tidak menentu harganya jeblok hanya Rp17 ribu perkilogram,” ungkap kabul.( tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *