128 Desa di Blora Dilanda Krisis Air Bersih

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Memasuki akhir  bulan September tahun ini, desa/kelurahan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang mengalami kekeringan terus bertambah. Tercatat sudah 128  desa dan kelurahan  mengajukan bantuan dropping air bersih ke pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat.

“128  desa itu menyebar di 8 kecamatan,” kata Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora, Sri Handoko, melalui Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Ignatius Ary Soesanto.

Ignatius mengemukakan, jumlah desa dan kelurahan di Blora yang terdampak bencana kekeringan makin bertambah banyak. Pada pekan pertama September lalu jumlahnya sebanyak 108 desa dan kelurahan. Kini bertambah menjadi 128 desa/kelurahan.

Saat ini, warga di 128 desa dan kelurahan itu melalui pemerintah kecamatan masing-masing telah mengajukan bantuan air bersih kepada pemkab.

“Sejak beberapa pekan lalu kita secara bertahap mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan air bersih,” tegas Ignatius.

Tahun ini, Pemkab. Blora menganggarkan untuk Dana pengadaan bantuan air bersih dalam APBD Blora 2013 sejumlah  Rp 150 juta. Meski demikian, anggaran tersebut diperkirakan masih belum menjangkau pemberian bantuan air bersih secara berkelanjutan. Namun kekurangan itu dapat dipenuhi dari bantuan dari sejumlah pihak yang ikut peduli terhadap kekeringan di Blora.

Baca Juga :   Fraksi PKB DPRD Bojonegoro : Sosok Pria Pangku Wanita Seksi Bukan Anggota Kami

Adapun bantuan itu seperti yang diberikan oleh pemprov Jawa Tengah melalui Bakorlin I Pati juga memberikan bantuan air bersih untuk masyarakat Blora, MCL, BUMD, sejumlah perusahaan lain dan partai politik .

Diperkirakan permintaan bantuan air bersih akan terus meningkat mengingat bulan september hingga oktober mendatang merupakan puncak musim kemarau. “Untuk desa yang sudah mengajukan bantuan, maka kami akan segera kirimkan,” tegas Ignatius.

Dari 128  desa ini, menurut Ignatius juga termasuk desa-desa yang bulan agustus lalu sudah dilakukan pengedropan oleh Pemkab. Blora.  “Rata-rata setiap desa mendapatkan bantuan dua hingga empat tangki (satu tangki kapasitas 5.000 liter,” imbuhnya.(ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *