Pengusaha Arak Tuban Minta Pekerjaan Baru

arak

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Mantan pengusaha arak meminta supaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur menyediakan pekerjaan alternatif kepada mereka setelah usahanya ditutup. Saat ini mereka kebingunan melakukan usaha baru untuk menyambung hidup.

“Setelah ini ditutup, saya bingung mau kerja apa lagi,” terang salah satu pengusaha arak, Lamisih (37), warga Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Lamisih mengatakan, saat ini belum mempunyai pikiran untuk melakoni pekerjaan lain. Pasalnya dia tidak mempunyai ketrampilan apapun selain membuat arak hasil dari fermentasi tape dari beras ketan ini.

Perempuan ini tidak sendiri. Ada 5 karyawan yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha pembuatan arak. Namun mereka sekarang tak lagi bekerja karena ditutupnya pabrik arak milik Lamisih.

“Kelima karyawan saya juga tidak bekerja apa-apa lagi,” tegas dia.

Untuk itu, dirinya meminta supaya Pemkab Tuban memberikan akternatif akibat terputusnya mata pencaharian mereka. Termasuk dengan memberikan pekerjaan lain disamping usaha produksi arak.

“Kita minta ada pekerjaan lain sebagai ganti ditutupnya usaha kami,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), Heri Muharwanto, mengatakan, kalau Pemkab Tuban akan memberikan pekerjaan sebagai ganti pekerjaan warga yang telah hilang.

“Salah satu contohnya adalah usaha peternakan,” sambung Heri.(edp)

 

Baca Juga :   Jalan Provinsi di Blora Segera Diperbaiki

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *