Kemarau, Peternak Lamongan Sulit Cari Pakan

damin

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan- Musim kemarau tahun ini menjadikan peternak sapi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli pakan ternak. Sebab mereka tak bisa mendapatkan rumput karena lahan pertanian di wilayah setempat di biarkan bero (tidak ditanami).

“Ndak bisa ngarit lagi, Mas. Soalnya tidak ada rumput saat musim kemarau,” keluh Sunarto petani asal Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi, Jumat (27/9/2013).

Menurutnya, dimana-mana saat ini sulit mendapatkan rumput. Karena hampir semua lahan yang biasanya dapat dijumpai rumput tebal kini kering kerontang.

Untuk memberi tiga ekor sapinya, Sunarto mengaku, terpaksa membeli jerami yang harganya cukup mahal. Untuk satu mobil tepak (pick up) seharga Rp 400 ribu.

“Rata-rata dua minggu sekali belinya untuk pakan 3 sapi. Jadi setiap bulan harus mengeluarkan uang Rp 800 ribu, Mas,” ujar tukang bangunan ini.

Pengakuan yang sama disampaikan, Taslim, petani asal desa Gondang, Kecamatan Sugio. Dia mengaku, sejak sebulan terakhir harus membeli jerami lewat sopir mobil tepak yang biasa mengangkut jerami dari sawah.

Untuk membeli satu rit damen, Taslim harus patungan dengan tetangganya, Kasdar yang juga memiliki dua ekor sapi.

“Untuk dapat beli damen harus empet-empetan, Mas. Bahkan terpaksa harus ngutang,” ujar buruh tani ini yang mengaku memiliki dua ekor sapi ini.

Bagi mereka sapi yang dimiliki adalah hartanya yang paling berharga. Karena itu bagaimana pun sulitnya mereka tetap berusaha agar ternaknya bisa mendapatkan pakan. Karena itu mereka tidak berniat menjual ternaknya meski harus mengeluarkan biaya ektra.

“Semoga kemarau tidak terlalu panjang mas, sehingga penderitaan saya cepat berakhir,” harap Taslim (tok)

Baca Juga :   Tertibkan Penataan Parkir, Dishub Bojonegoro Lakukan Patroli

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *