Pemkab Bojonegoro Abaikan Pasar Jipo

pasar jipo

SuaraBanyuurip.com - Totok martono

Bojonegoro – Sudah hampir empat bulan Pasar Desa Jipo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupetan Bojonegoro, Jawa Timur ludes terbakar. Namun sampai saat ini pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat belum juga melakukan perbaikan pasar tersebut.

Padahal selama ini 40 persen warga Jipo menggantungkan perekonomian dari pasar tersebut. Namun dengan luluh lantaknya bangunan Pasar Jipo menjadikan perekonomian warga lumpuh. Pasar itu kini kondisinya hanya tinggal hamparan tanah lapang.

Kebakaran yang terjadi pada Juni silam diduga akibat konsleting itu telah menghanguskan puluhan kios dan 6 los pasar desa Jipo. Hanya tinggal 16 kios yang tersisa. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 2 milyar.

“Hampir empat bulan pasca kebakaran, belum ada bantuan yang turun dari Pemkab Bojonegoro,” kata Kepala Desa (Kades) Jipo, Thoifur kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (27/9/2013).

Pasca kebakaran para pedagang tidak bisa membangun kembali kiosnya karena ketiadaan biaya. Warga setempat  terpaksa harus berbelanja ke pasar kecamatan Kepohbaru yang berjarak sekira 7 kilometer dari desa Jipo.

Untuk membangun kembali perekonomian warga setempat, Pemerintah Desa (Pemdes) Jipo kemudian memutuskan membangun dua los di lahan bekas kebakaran dari dana kas desa. Meski dengan kondisinya tidak layak, dua los tersebut telah ditempati puluhan para pedagang.

Baca Juga :   Sapi Lamongan Juara 1 Jatim

“Walau uyel-uyelan yang penting pedagang masih bisa kembali berjualan, dan warga desa tidak harus jauh-jauh berbelanja kepasar Kepohbaru,” ujar kades dua periode ini, mengungkapkan.

Keberadaan Pasar Desa Jipo selama ini selain menjadi pusat transaksi jual beli warga setempat, juga warga tetangga desa. Seperti warga Desa Krangkong, Simorejo, Betet, Bumirejo dan Nglarangan.

“Pasca kebakaran saya sudah mengajukan proposal bantuan ke Pemkab Bojonegoro. Tapi disemayani akan dibangun tahun 2014 dari dana stimulan,” ucap Thoifur.

Dirinya juga mengaku telah meminta bantuan ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Bojonegoro, namun sampai sekarang belum ada bantuan yang turun. Sementara beberapa pedagang yang menempati dua los selama dua bulan ini mengaku sudah tidak betah.

“Tempatnya sempit. Pedagang dan pembeli ngarasa gak nyaman. Kapan to pasar ini di bangun lagi?” keluh Darmi, penjual sayur di Pasar Jipo. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *