SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – Proses pembebasan lahan untuk pengembangan Lapangan Terbang (Lapter) Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah hingga kini belum ada kejelasan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora masih menunggu instruksi lanjutan dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sebelumnya, sejumlah pejabat dari Kementerian ESDM, Badan Pertanahan Nasional dan Agraria RI, serta beberapa pihak terkait pada pertengahn bulan Juli lalu telah melakukan tinjauan lokasi.
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Blora, Djati Harsono kepada SuaraBanyuurip.com pada Jumat,(27/92103), mengatakan, untuk sosialisasi pembebasan lahan perkembangan Lapter Ngloram ke masyarakat terdampak belum bisa dilakukan karena masih menunggu kabar lanjutan dari pemerintah pusat.
“Dari setelah acara tinjau lokasi di Cepu, hingga kini belum ada kabar lagi dari Kementerian ESDM” kata Djati.
Belum adanya instruksi lanjutan untuk masalah pembebasan lahan dari Kementerian ESDM juga dibenarkan oleh Kepala Dinas ESDM Kabupaten Blora, Setyo Edy. Dia mengaku, saat ini dirinya juga menunggu perkembangan lanjutan dari pemerintah pusat.
“Kita berharap tahapan pembebasan lahan dapat segera dilaksanakan karena target pembebasan lahan ini harus sudah selesai sebelum akhir tahun ini,”
Seperti diketahui, rencana reaktivasi Lapter Ngloram ini dipastikan akan memperpanjang  landasan pacu (run way) untuk pesawat terbang. Saat ini hanya sepanjang 900 meter dan akan diperpanjang menjadi 2.200 meter. Sehingga akan ada pembebasan lahan pertanian milik warga di Desa Ngloram, juga milik warga Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban.
Diperkirakan pengaktifan kembali Bandara Ngloram ini akan membutuhkan pengembangan lahan hingga 60 hektar. Anggaran pembebasan tanah sepenuhnya dari Pemerintah Pusat yang dialokasikan dalam APBN 2013. Sedangkan operator bandara akan diserahkan pada PT. Pelita Air Service. Jika pembangunan lancar bandara sudah bisa beroperasi tahun 2015 mendatang.(Ali)