SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Meski belum dibilang maksimal, namun keberadaan PT. Tri Wahana Universal (TWU), pengelola kilang mini di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu dinilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur sudah turut mengurangi pengangguran di wilayah setempat. Dari sekira 135 tenaga kerja (Naker) yang terlibat, sebanyak 100 orang berasal dari warga lokal Bojonegoro.
“80 persen tenaga kerja yang terlibat disini adalah warga lokal,” kata Bupati Bojonegoro, Suyoto saat mendampingi Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Myanmar, Zayar Aung di TWU, Sabtu (28/09/2013).
Suyoto menjelaskan, selain telah menyerap naker lokal, keberadaan sumber migas di Bojonegoro juga telah meningkatkan pendapatan daerah. Hasil minyak itu nantinya juga akan semakin bisa dirasakan masyarakat. Tidak hanya warga sekitar tambang, namun juga masyarakat Bojonegoro secara umum.
“Program pembangunan infrastruktur menjadi target Pemkab. Meski demikian, program lainpun juga akan diperhatikan,” tegas Suyoto.
Hubungan masyarakat (Humas) TWU, Wendra, mengaku, perekrutan tenaga kerja lokal yang dilakukan disesuaikan dengan kemampuan dan tetap menjadi prioritas.
“Selain tenaga skil, hampir mayoritas tenaga non skil adalah warga Desa sekitar. Semisal, security, flagmen dan tenaga kasar lainnya. Bahkan, mobil tanki pengangkut BBM dari PT warga lokal, Mas,” sambung Wendra, menjelaskan.
Dia berharap, warga sekitar memaklumi jika TWU belum bisa merekrut Naker lokal secara maksimal. Mengingat naker yang dibutuhkan tidak sebanyak yang dibayangkan warga.
“Semoga yang dilakukan TWU selama ini terhadap warga sekitar dapat bermanfaat,” imbuhnya.(sam)