SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Setelah 10 anak berprestasi asal Bojonegoro terpilih mendapatkan beasiswa di AKA Migas Cepu di Blora Jawa Tengah,sebagai bentuk Corporate Sosial Responsibility (CSR) dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas),Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial akan menyiapkan kembali 10 anak berpretasi untuk periode tahun 2014 mendatang.
Kepala Disnakertransos, Adi Wicaksono, mengatakan, seperti sebelumnya ada empat jurusan yang dipilih dalam kuliah di AKA Migas Cepu yakni, Tehnik Produksi Migas, Tehnik Pengolahan Migas, Tehnik Instrumentasi Kilang, Tekhnik Mesin Kilang, dan Logistik Migas.
“Kalau tahun ini terkesan mendadak, tahun depan kami akan mempersiapkan lagi anak-anak dari Bojonegoro yang berhak mendapatkan beasiswa,” tandasnya, Rabu (1/10/2013).
Dia mengungkapkan, nantinya akan diambil lulusan SMA minimal tahun 2012 dengan nilai masing-masing mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris minimal 7, dan berasal dari keluarga tidak mampu. Karena, banyak siswa-siswi di Bojonegoro yang berprestasi namun karena kendala ekonomi tidak mampu meneruskan jenjang pendidikan lebih tinggi.
“Untuk tahun depan tidak hanya dari Bojonegoro dan Blora saja,tapi diambil dari kota lainnya dan dikembangkan secara bertahap,”tukasnya.
Dia menjelaskan, untuk dapat mengikuti beasiswa ini adalah dengan berkoordinasi dengan masing-masing sekolah yang telah bekerjasama dengan Pemkab. Setelah itu akan ada seleksi secara administrasi di Disnakertransos untuk mendapatkan 25 anak, kemudian kembali dilakukan seleksi di AKA Migas untuk diambil 10 anak.
“Meskipun beasiswa tahap ke dua masih bulan Juli 2014 mendatang, kami berharap anak-anak Bojonegoro memiliki semangat untuk mendapatkannya dengan belajar lebih giat lagi,” tandasnya.
Pihaknya berharap, dengan adanya beasiswa D4 di AKA Migas Cepu tersebut, putra-putri Bojonegoro mendapatkan kesempatan emas belajar, dan mendapatkan pekerjaan dibidang perminyakan. Jangan sampai mencoreng nama baik Bojonegoro dengan menunjukkan prestasi selama belajar.
“Jangan sampai daerah penghasil migas tidak memiliki generasi yang ahli diperminyakan,” tegasnya. (rien)