SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Terik matahari musim kemarau kali ini tak hanya membuat debu di sekitar lokasi proyek sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu mudah beterbangan, namun juga retan terjadinya kebakaran karena banyak daun, dan ranting pohon kering di sekelilingnya. Hal itu seperti yang terjadi di sekitar proyek Engineering Procuremen and Construction (EPC)-1.
Untungnya pekerja proyek EPC 1 sigap mengambil langkah menghadapi peristiwa mendadak itu. Akhirnya si jago merah berhasil dipadamkan tak sampai membikin ludes kebun, dan fasilitas proyek tersebut.
Informasi yang diperoleh menyebut, kejadian itu terjadi berawal dari daun tebu di sebelah lokasi proyek EPC-1. Kemudian api menjalar masuk ke dalam pagar proyek membakar rumput yang ada. Namun, api tak berlangsung lama bisa dipadamkan oleh tenaga kerja proyek EPC-1.
Warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam Bojonegoro, Jawa-Timur, Jodi, mengatakan, kebakaran itu terjadi sekitar jam 11.30 WIB berawal dari daun tebu kering yang terbakar. Kemudian, api masuk ke dalam lokasi proyek membakar rumput-rumput yang ada didalam pagar.
“Beruntung petugas dari proyek EPC-1 cepat memadamkan api. Jika tidak bisa membahayakan kondisi disekilingnya. Karena, banyak rumput kering yang ada didalam proyek,” kata Jodi kepada suarabanyuurip.com, Kamis (03/10/2013).
Jodi mengaku, tidak ada orang yang mengetahui sebab terbakarnya tumpukan daun tebu tersebut. Sebab, diketahui daun tebu sudah terbakar tanpa ada orang disekitarnya.
“Kemungkinan dari puntung rokok orang lewat yang dibuang di sekitar tumpukan daun tebu,” terangnya.
Warga lain dari desa setempat, Pujianto, berharap operator sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) maupun kontraktor yang melaksanakan pengerjaan proyek Blok Cepu untuk segera mengambil tindakan membersihkan rumput yang ada. Sehingga, hal serupa tidak terjadi lagi.
“Kalau rumput yang sudah menggunung di setiap sudut lokasi itu tidak dibersikan sangat berbahaya jika terjadi kebakaran. Karena, jika api membesar sulit untuk dipadamkan. Akibatnya nanti, tidak ditanggung perusahaan sendiri. Namun, juga berimbas di warga sekitarnya,” sambung Pujianto dengan nanda menyarankan.(sam)