SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Memasuki musim kemarau tahun ini tidak hanya membuat sebagian besar masyarakat mengalami kekeringan, dan kesulitan air, Â namun juga ratusan hektar lahan pertanian mengering bahkan bero.
Camat Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Arwan, mengatakan, ada sekitar 140 hektar lahan pertanian yang ditanami padi terancam mati. Kalau pun bisa dipanen diperkirakan mengalami penurunan produksi karena kekurangan air.
“Para petani sebenarnya telah diimbau untuk melakukan pola tanam padi-padi-palawija, namun mereka enggan melakukannya,†jelasnya, Kamis (3/10/2013).
Dia mengatakan, para petani saat ini tetap menanam padi karena diperkirakan adanya musim kemarau basah, atau masih adanya hujan meskipun pada musim kemarau. Kenyataannya saat panen mengalami penurunan hampir 80 persen, atau hanya 7 kwintal hingga satu ton per hektar dari sebelumnya mencapai 4-5 ton per hektar.
“Mau bagaimana lagi, kami tidak bisa melarang petani tanam padimenghalangi petani untuk melakukan penanaman padi,†tandasnya.
Menurutnya, penurunan hasil panen kali ini terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya, dimana penurunan hampir mencapai 80 persen. (rien)