SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Kali yang biasa dimanfaatkan warga Dusun Kajongan, Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tercemar oleh limbah yang diduga dari pabrik pengolahan ikan. Di samping menyebabkan sungai terlihat kotor, air sungai keruh berbau tidak sedap.
Menurut penuturan sejumlah warga, kondisi ini sudah berlangsung lama, tapi paling parah baru terjadi akhir-akhir ini. Warga sempat melakukan protes kepada sejumlah perusahaan pengolahan ikan yang ada di tempat tersebut.
“Baunya semakin menyengat kalau musim kemarau seperti ini,” terang Fathurrohman (47), warga setempat, Kamis (3/10/2013).
Sebelumnya air dari sungai ini dimanfaatkan warga untuk minum ternak, dan irigasi pertanian. Sementara ini warga lebih memilih untuk tidak memanfaatkan kali tersebut dengan alasan takut limbahnya itu beracun.
“Warga menduga limbah berasal dari pabrik pengolahan ikan. Yang menaruh pipa pembuangan limbah di pinggir kali,” jelas Fathur rohman.
Hal ini juga sempat disampaikan Kepala Desa setempat. Kemudian melakukan musyawarah bersama warga, dan pemilik pabrik pengolahan ikan. Tapi tak membuahkan hasil hingga sekarang.
“Kami hanya minta limbah jangan dibuang di kali. Itu saja,” tandasnya.
Dikonfirmasi secara terpisah Kepala Desa Jenggolo, Dwi Utomo, mengatakan, kalau permasalahan ini belum menemukan titik temu. Karena, pengusaha pengolahan ikan masih menolak untuk membuang limbah ke laut.
Menurut Utomo, pengusaha ikan berdalih kalau limbah tersebut bisa jadi bukan berasal dari pabriknya. Tapi juga berasal dari limbah milik sejumlah petambak ikan yang juga ada di kawasan setempat.
“Kami akan mengundang pengusaha pengolahan ikan sekaligus petambak minggu depan,” tutur Utomo. (edp)