SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro- Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dinyatakan menjadi pemenang dan mendapatkan award pertama kali Sustainable Development Inisiative dalam rangkaian APEC di Bali pada Minggu (6/10/2013). Kemenangan itu diperoleh setelah 400 peserta konferensi Internasional Sustainable Development dari seluruh dunia mayoritas memilih Bojonegoro, dibanding enam nominator lainnya.
Dengan penetapan itu, Bojonegoro mendapatkan hadiah senilai Rp300 juta dari United In Diversity bekerja sama dengan United Nation Sustainable Development Solution Network (SDSN) Indonesia. Hadiah itu diterimakan langsung kepada Bupati Bojonegoro, Suyoto.
“Saya tidak menyangka sebelumnya akan memperoleh penghargaan ini,” kata Bupati Bojonegoro, Suyoto melalui blackbarry messenger (BBM) yang dikirim kepada suarabanyuurip.com.
Dalam ajang international conference on sustainable development 2013 itu, Bupati Suyoto, mempresentasikan tentang konsep pembangunan daerah berkelanjutan salah satunya program pavingisasi jalan desa yang dilaksanakan di Bojonegoro sejak 2009 lalu. Dalam presentesai itu, Suyoto menyampaikan, tentang latar belakang, sistem pelaksanaan, keunggulan dan manfa’at, perawatan hingga pengawasan program pavingisasi.
“Program ini sangat ramah lingkungan, membangkitkan indek kebahagiaan masyarakat, Â mempercepat target konektifitas antar 28 kecamatan dan 430 desa (80% terkoneksi lebih baik), menumbuhkan kepercayaan publik, dan lebih sulit dikorupsi,” ujar Suyoto, memaparkan.
Dia berharap, dengan penghargaan ini akan menjadikan motivasi dan semangat bersama untuk terus membangun Bojonegoro menjadi lebih baik.
“Seluruh hadiah saya serahkan kepada rakyat Bojonegoro. Penghargaan ini sebagai kado ulang tahun Bojonegoro ke 336,” tandas Suyoto.
Hadir dalam ajang itu Mari Elka pangestu, prof. Kelly Bricker (chairwoman and board member GSTC), Prof. Jeffery Sachs, director of SDSN UN.(rien)