SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta kepada operator migas Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina – PetroChina (JOBP-PEJ) meningkatkan jumlah dana untuk program corporate social responsibility (CSR). Permintaan itu selain dikarena Ngampel sebagai desa Ring 1 Pad B Lapangan Sukowati, juga disebabkan kandungan sumur minyak di wilayah setempat dinilai lebih besar dibanding di Pad A, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro.
“Saya kemarin menolak program CSR dari pihak operator karena tidak sesuai dengan rencana kerja pembangunan,” kata Kepala Desa Ngampel, Pujianto kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (7/10/2013).
Dia menjelaskan, JOBP-PEJ telah mensosialisasikan program CSR tahun 2013 untuk Desa Ngampel. Diantaranya fogging dan pengobatan gratis. Namun jika dihitung nominal dari program tersebut sangat sedikit dan jauh dari harapan warga.Â
“Saya minta ada peningkatan jumlah CSR itu sebesar Rp 1 Miliar,” tegas Pujianto.
Dirinya mengaku, nilai Rp1 miliar itu diperuntukan beberapa program yang sudah disusun pihak desa. Meliputi kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur seperti pembangunan lanjutan jalan paving, mushola dan perbaikan masjid. Semua program itu berdasarkan kebutuhan dan aspirasi warga, bukan untuk pribadi.
“Masa program CSR cuma fogging sama pengobatan gratis. Â Masih banyak yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan kualitas desa, seperti pendidikan akan ada penambahan alat peraga masing-masing kelas di SD,alat mainan untuk TK dan PAUD,” tutur Pujianto.
Menurut dia, permintaan dana CSR sebesar Rp1 miliar itu sebanding dengan minyak yang disedot dari wilayah Desa Ngampel.Â
” Lumrah kalau kami minta segitu,” pungkasnya.(rien)