Pelaku Gabungan dari Tiga Desa

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Pembalakan liar yang melibatkan ratusan orang di kawasan hutan produksi Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur diduga berasal dari gabungan warga di tiga desa.

Hal itu diungkapkan Administratur (Adm) KPH Jatirogo, Amas Wijaya, kepada sejumlah wartawan dilokasi pembalakan. Dia mengatakan, kalau pembalak tersebut dimungkinkan berasal dari Desa Sidonganti, Desa Gemulung, dan Desa Trantang. Semuanya berada di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. “Mereka berasal dari gabungan 3 desa, yaitu Desa Sidonganti, Desa Gemulung, dan Desa Trantang,” tegas Amas yang mengaku usai menemui Kapolda Jatim, Irjen Pol Unggung Cahyono, Senin (7/10/2013) pagi.

Amas menjelaskan, sebelum melakukan aksinya para pelaku biasanya berkumpul terlebih dahulu di Dusun Bangkok, Desa Gemulung. Setelah pelaku berjumlah banyak, mereka kemudian melakukan aksi pembalakan secara massal. Bahkan mereka juga tak segan-segan mengancam dan menyakiti apabila ada petugas jaga hutan seperti yang terjadi sebelumnya.

“Ada mantri hutan bersama 4 anggota yang disekap di pos. Sementara pelaku lainnya melakukan penebangan pohon,” kata Amas, mengungkapkan.

Baca Juga :   Diduga Cemarkan Nama Baik Organisasi, PWI Tuban Laporkan Oknum Wartawan ke Polres

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, petugas kepolisian dari Polres Tuban menembakkan timah panas untuk melumpuhkan aksi pembalakan liar yang dilakukan massal oleh ratusan orang. Ketiga pelaku tersebut diantaranya adalah Parto Sukiran (45), Tono (30), dan Darkum (23), ketiganya merupakan warga Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.

Kedua pelaku saat ini dirawat di RSUD Dr R Koesma Tuban. Sementara Darkum, saat ini dirujuk ke RS Dr Soetomo Surabaya. Mereka tertembak dibagian leher, kaki, perut, dan dada.

Sebelumnya, mereka bersama ratusan orang lainnya melakukan pembalakan di kawasan KPH Parengan, tepatnya di Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Saat melakukan aksinya, mereka sempat diperingatkan petugas jaga hutan yang saat itu dibantu petugas kepolisian. Mendengar tembakan peringatan dari petugas, para pelaku bukannya menghentikan aksinya justru berbalik menyerang petugas.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *