SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Meskipun tidak terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), namun dua hari terakhir tampak antrian panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Satu contoh diantaranya adalah di SPBU Jetak di Kelurahan Jetak, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (9/10/2013).
Dari pantauan di lapangan menyebut, tidak hanya kendaraan roda dua yang mengisi BBM jenis premiun namun juga kendaraan roda empat yang mengisi solar harus antri panjang. Menurut petugas SPBU yang enggan disebut namanya, Â pengiriman BBM hanya satu kali yakni sebesar 16.000 liter.
“Lancar, Mbak, cuma pengiriman saja yang cuma satu kali dari biasanya dua kali,” tegas pria paruh baya itu.
Dikonfirmasi terpisah, Assistant Manager External Relation Marketing Operator Region V Pertamina Jawa Timur, Heppy Wulansari, mengatakan, Pertamina tidak ada pengurangan alokasi BBM untuk SPBU di Bojonegoro. Namun memang ada peningkatan konsumsi baik di premium maupun solar.
“Premium dari rata-rata 1.800 KL perhari menjadi 1.183 KL perhari atau naik 10 persen,” tegasnya.
Sedangkan solar meningkat dari 1.976 KL perhari menjadi 2.364 KL perhari atau 19 persen. Indikasi sementara peningkatan BBM karena musim kemarau yang panjang sehingga penggunaan BBM untuk pompa air meningkat signifikan, dan juga musim melaut nelayan.
“Untuk mengatasinya, Pertamina akan menambah armada mobil tangki sebanyak tiga unit untuk pengiriman BBM ke Bojonegoro. Kami harapkan penambahan ini bisa mengatasi peningkatan BBM yang terjadi,” pungkasnya. (rien)