Pad D Sukowati di Kalianyar?

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Rencana pengembangan Pad D, Lapangan Sukowati, Blok Tuban dimungkinkan berada di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jwa Timur.

“Kemungkinan Pad D di Desa Kalianyar,” kata Field Admin Superintendent Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Hananto Aji, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (10/10/2013).

Hananto mengungkapkan, JOB P-PEJ akan berusaha meningkatkan jumlah produksi minyaknya di Lapangan Sukowati. Diantaranya, dengan rencana penambahan Pad C dan D. Khusus Pad C, rencananya akan berada di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas. Hanya saja, saat ini rencana tersebut masih menunggu hasil koordinasi dengan SKK Migas dalam kaitanya proses pembebasan lahannya.

“Sekarang aturanya berbeda, KKKS tak lagi terlibat dalam pembebasan lahan,” terang Hananto.

Menurut dia, pembebasan lahan untuk kebutuhan industri Migas memang cenderung lebih ekstrim. Sebab, SKK Migas saat ini menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan aparat hukum.

“BPN yang mengeksekusinya, tentu setelah ada taksiran harga yang sesuai. Sedangkan uangnya dititipkan di Kejaksaan,” ujarnya.

Baca Juga :   Berharap Nikmati PI Blok Tuban Lebih Awal

Pembebasan lahan untuk kebutuhan industri migas, lanjut Hananto, berdasarkan Undang-undang Nomor: 2/2012 tentang Pengadaan Lahan untuk Kepentingan Umum, dan dipertegas dengan Pedoman Tata Kelola (PTK)  SKK Migas Nomor: 27 tentang Pembebasan Lahan.

“Karena migas juga untuk kepentingan umum,” kata dia.

Sebelumnya, tambah Hananto, JOB P-PEJ menargetkan bisa berproduksi 36 ribu barel per hari (bph). Sedangkan saat ini jumlah produksi masih disekitaran 31.700 bph dari 26 tapak sumur yang berada di Pad A dan B.

Belakangan JOB P-PEJ berencana melakukan pengembangan dengan membangun dua well Pad sumur C dan D. Selain itu, juga berada di bawah pendapa alun-alun, dan Pemkab Bojonegoro. Namun saat disinggung dengan kedua lokasi itu, menurut dia, rencana tersebut belum menjadi prioritas.

“Tingkat resiko kegagalannya lebih besar dari keberhasilanya,” tuturnya. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *