Karang Taruna Jelu Datangi Proyek Pipa Minyak

Proyek IKPT di Jelu

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Sekira 21 pemuda dari karang taruna Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa-timur kembali mendatangi lokasi proyek penanaman pipa minyak Banyuurip, Blok Cepu yang berlokasi di desa setempat, Jumat (11/10/2013).

Aksi itu mereka lakukan untuk minta kejelasan, agar dilibatkan dalam pekerjaan penyuplai air dengan mobil tangki kepada kontraktor proyek Engineering Procurement and Contructions (EPC) 2, lapangan Banyuurip, Blok Cepu, PT Inti Karya Persada (IKPT)-PT Kelsri. Beberapa hari sebelumnya mereka dijanjikan akan diberi pekerjaan tersebut, namun ketika ditunggu-tunggu tak ada kejelasan.   

Dari pantauan di lokasi aksi menyebut, aksi damai yang dilakukan pemuda itu langsung mendapatkan perhatian. Mereka ditemui oleh petugas Supervisor IKPT, Landung, dan Suli. Dalam pertemuan itu karang taruna diminta mengajukan proposal sesuai pekerjaan  yang diinginkan.

Alhamdulillah ditemui Pak Landung, dan Pak Suli bagian Supervisor IKPT, Mas. Hasilnya kita disuruh membuat proposal. Kita ikuti saja apa yang diminta. Lebih lanjut kami akan komunikasi dengan Pemdes Jelu terkait proposalnya,” kata Sugianto, salah satu perwakilan karang taruna seusai pertemuan dengan perwakilan IKPT di warung kopi dekat proyek.

Baca Juga :   Jalan Babat-Lamongan Banyak Lubang Maut

Sugianto menjelaskan, apa yang dilakukan tidak bermasud menghambat pekerjaan proyek. Namun, hanya menuntut hak keterlibatan warga yang bisa dikerjakan seperti mobil tangki penyuplai air.

“Karang taruna juga butuh pekerjaan yang bisa dikerjakan. Masa malah diberikan orang luar kan namanya pemberdayaan warga lokal tidak ada to, Mas,” jelasnya.

Warga lain, Pardi, menambahkan, suatu hal yang wajar jika karang taruna meminta pekerjaan yang bisa dilakukannya.

“Masa perangkatnya saja bisa bekerja di proyek IKPT. Karangtarunanya malah dibiarkan pengangguran kan tidak baik. Seharusnya, sebagai perangkat memberikan peluang kepada warga tidak malah dikerjakan sendiri seperti itu,” imbuh Pria yang juga tokoh masyarakat Jelu.

Sekedar diketahui, dalam aksinya, dipantau oleh petugas keamanan dari satu unit mobil patroli Pam Ovit dan Security yang ditugaskan dilokasi tersebut. Sehingga, pemuda tidak melakukan tindakan anarkis apapun hanya bergerombol diwarung-warung. Aktifitas proyek tetap berjalan lancar seperti biasanya. (sam) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *