Jati Curian Dijual Dalam Bentuk Mebeler

Jati balakan

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Ratusan batang kayu jati hasil pembalakan kelompok Parto Sukiran CS ditengarai dijual dalam bentuk barang jadi. Hal ini terungkap setelah petugas melakukan pengeledahan kayu jati hasil pembalakan yang berada di Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (14/10/2013).

Dalam penggeledahan tersebut, dua orang pekerja mebel dari desa tersebut sekarang  dalam pemeriksaan polisi sebagai saksi di Mapolres Tuban. Mereka mengolah kayu yang diduga hasil pembalakan tersebut dalam bentuk aneka perabotan. Seperti; lemari, kursi, dan beberapa produk jadi lain.

“Keduanya merupakan tukang kayu di mebel sana, masih kita periksa sebagai saksi,” jelas Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Wahyu Hidayat, kepada sejumlah wartawan di Mapolres Tuban.

Dia mengatakan, kalau saat ini petugas masih melakukan pengejaran kepada pemilik mebel yang berinisial CN. Dia berhasil kabur saat polisi menggeledah tempat usahanya.

Wahyu enggan berkomentar lebih lanjut, karena kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Polisi juga masih melakukan penyelidikan kemana saja kawanan Parto Sukiran menjual hasil jarahannya selama ini.

Baca Juga :   Lahan Kosong Terbakar, Kepulan Asap Sempat Masuk RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro

“Ini yang masih kami telusuri,” tambahnya.

Diketahui petugas dari Kepolisian Resort Tuban melakukan penembakan kepada tiga pelaku pembalakan hutan. Masing-masing adalah Parto Sukiran (45), Darkum (23), dan Tono (30), ketiganya merupakan warga Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Satu pelaku, Parto Sukiran, merupakan pimpinan pembalak kayu yang biasa menjarah hutan milik PT Perhutani yang ada di kawasan Kabupaten Tuban. Parto Sukiran selama ini juga merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Tuban. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *