Balita Penderita Gizi Buruk Meninggal

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Andika Amirul Fuad (1,5), balita penderita gizi buruk asal Dusun Karangrejo, Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Dr Soetomo, Surabaya, Selasa (22/10/2013), pukul 05.00 WIB.

Andika sempat mendapatkan perwatan di RS Dr. Soetomo selama beberapa hari setelah pihak RSUD Koesomo Tuban memberikan rujukan. Karena anak tunggal janda Sulasih (27), itu selain menderita gizi buruk, juga mengalami komplikasi pada organ hati, ginjal, paru-paru, dan lambung.

“Andika meninggal dunia jam 5 pagi tadi,” terang Kepala Desa (Kades) Karanglo, Sunandar, mengabarkan melalui ponselnya kepada wartawan.

Sebelum meninggal di RS Dr. Seotomo, Andika sempat dirawat di RSUD Dr R Koesma Tuban selama 10 hari menggunakan layanan Jamkesmas. Dari tempat ini, Andika kemudian disarankan untuk berobat ke RS Dr R Soetomo Surabaya. Tapi karena tidak adanya ongkos untuk transportasi dan makan selama disana, kemudian ibunya berinisiatif untuk merawat sendiri anaknya dirumah dengan cara sederhana.

Baca Juga :   Warga Dukung Pembangunan Puskesmas

“Biaya berobat gratis, tapi selama disana (Surabaya) kan butuh ongkos transportasi dan makan,” ujar Sulasih, ketika diwawancarai pada 11 Oktober 2013 lalu. Saat Andika masih dirawat dirumahya sendiri.

Andika baru diberangkatkan ke Surabaya pada hari Senin 14 Oktober 2013 lalu. Empat hari setelah diberitakan sejumlah media. Keberangkatan Andika pun, atas bantuan dari salah satu pihak yang merasa prihatin dengan kondisi Balita yang menjadi yatim sejak masih didalam kandungan.

“Rencananya jenazah akan tiba pukul 9 pagi ini, akan dimakam kan di pemakaman Desa Karanglo,” jelas Sunandar. (edp)  

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *