Bupati Suyoto Minta Warga Tak Berspekulasi

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro– Bupati Bojonegoro, Suyoto, meminta warga Desa Ngunut, Kecamatan Dander,  Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang merasa sawahnya mati tidak berspekulasi penyebabnya adalah limbah terlebih B3.  Limbah yang dianggap warga beracun dan berbahaya tersebut berasal dari pembuangan pengeboran sumur minyak Alas Tuo East (ATE) yang di operatori oleh Mobil Cepu Ltd (MCL). 

“Semua harus dibuktikan secara ilmiah,” tegasnya, Jumat (25/10/2013).

Dia meminta, warga untuk tidak langsung menyebutkan cairan yang disemburkan tersebut adalah limbah dan berbahaya bagi lingkungan. Perlu penelitian dari laboratorium terlebih dahulu, untuk membuktikan penyebab matinya tanaman dan keringnya sawah warga.

“Jangan-jangan hanya perasaan para petani saja,” tukasnya.

Dikonfrontir secara terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup Bojonegoro, Tejo, menyatakan, pihaknya kembali ke lokasi untuk mengambil beberapa sample tanah untuk dibawa ke laboratorium Surabaya. Nantinya hasil laboratorium akan menunjukkan penyebab matinya sawah warga.

“Kami masih membawa sample tanah ke laboratorium, belum tahu hasilnya kapan,” sergahnya. (rien)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *