SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggelar sedekah bumi di Makam Mbah Lurah di Dusun Sumurpandan, Jumat (25/10/2013). Dalam sedekah bumi itu juga digelar Wayang Krucil dengan lakon Umar-Amir.
Dari pantauan menyebut, warga Gayam berduyun-duyun mendatangi Makam Mbah Lurah untuk mengikuti sedekah bumi yang dilaksanakan setiap tahun tepatnya pada Jum’at Pahing. Tampak juga perangkat dan Kepala Desa Gayam berkumpul di bangunan berukuran 6×12 meter di dalam makam.
Kepala Desa (Kades) Gayam, Pujiono, mengatakan, nyadranan atau sedekah bumi ini sudah dilakukan warga secara turun temurun. Â Namun baik warga maupun dirinya tak mengetahui secara pasti siapa Mbah Lurah yang makam di tempat tersebut.
“Nama aslinya mbah lurah itu siapa semua tidak tahu, Mas. Tapi sejak dulu turun temurun disebut dengan mbah lurah saja,” kata Pujiono kepada suarabanyuurip.com di sela-sela prosesi sedekah bumi, jumat (25/10/10/2013).
Pujiono menjelaskan, meski sekarang ini tengah berlangsung kegiatan industri migas Blok Cepu, namun manganan (sedekah bumi) tidak bisa ditinggalkan oleh warga. Bahkan budaya jawa ini terus dilestarikan warga agar tak punah ditelan perkembangan zaman.
“Sudah menjadi sugesti warga, Mas. Jadi tidak bisa meninggalkannya,” tegas bapak satu anak ini.
Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Gayam, Maliki, menambahkan, hari pelaksanaan nyadranan ini telah ditentukan yakni Jum’at Pahing dengan rengkel satu atau uku. Hal itu tidak bisa dirubah.
“Ceritanya jaman dulu pernah kelupaan harinya dirubah ada wadal yang melanda Desa Gayam, Mas. Seperti pageblok yang menimpa tanaman tidak bisa panen karena diserang hama. Bahkan, ada warga pagi sakit sorenya meninggal,” imbuh Maliki, mengungkapkan.(sam)