Daya Listrik Sekitar Blok Cepu Menurun

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Sejak 10 hari terakhir warga Dukuh Puduk (Sukorejo), Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengeluhkan menurunnya daya listrik yang ada di rumahnya. Kondisi tersebut menjadikan waga desa sekitar ladang migas Blok Cepu yang berlangganan listrik dari PLN tersebut merugi.

Di samping menyebabkan lampu penerangan di rumah byar pet, tidak stabilnya daya listrik ini mengakibatkan perangkat elektronik seperti tape, televisi, dan pompa air rusak. Daya yang semula rata-rata per rumah sebanyak 450 KWH, kini naik turun dalam kisaran 100 hingga 150 KWH.

Warga Puduk, Judi, mengatakan, sudah banyak warga Puduk mengeluh karena televisi rusak. Peralatan kulkas yang biasanya dipakai membuat es juga tidak maksimal hasilnya.

“Kondisi ini sudah sekitar 10 hari ini. Daya listrik yang menuju ke warga Puduk turun drastis, Mas,” kata Judi kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (27/10/2013).

Menurut Judi, akibat menurunya daya listrik itu juga membuat penghasilan warga yang biasa jualan es menurun. Es yang dibuatnya masih tetap cair tidak bisa beku.

Baca Juga :   Dua Pelajar Dikeroyok Belasan Pemuda

“Warga yang biasanya per hari mendapatkan hasil Rp17.000 dari jualan es tersebut sekarang mendapatkan Rp5.000 per hari saja sudah untung,” katanya.

Warga tidak menyalahkan pihak Pemdes Bonorejo. Karena, desa sudah pernah melakukan peringatan kepada perusahaan dan PLN. Kemudian dijanjikan akan diberikan lampu penerangan jalan untuk Dukuh Puduk. Namun, sampai saat ini belum diwujudkan.

Waraga menduga menurunnya daya listrik tersebut akibat jalur aliran listrik yang berada tak jauh dari lokasi proyek fly over yang dikerjakan oleh PT Rekind-Hutama Karya itu, juga digunakan untuk kegiatan aktifitas proyek. Apalagi proyek pengembangan sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu yang dioperatori Mobil Cepu Ltd (MCL) itu elum selesai dikerjakan PT Rekind-Hutama Karya.

“Mungkin karena jalurnya digunakan untuk lampu penerangan lokasi proyek fly over itu, Mas. Jadi aliran setrum listrik yang menuju Puduk menurun,” ungkapnya.

Humas, PT Rekind, Herman Susatya, mengatakan, jika memang ada penurunan daya listrik di Puduk itu terjadi bukan karena adanya pemakaian listrik di area fly over. Tapi, karena berkurangnya pasokan listrik dari pembangkit Jawa-Bali.

Baca Juga :   Jatah Raskin di Blora Ditambah

“Biasanya, pada musim kemarau seperti sekarang ini beberapa PLTA hanya mengaktifkan beberapa turbinnya. Karena kurangnya pasokan air,” tegas Herman Susatya saat dikonfirmasi Suarabanyuurip.com melalui pesan pendek. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *