SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Kenaikan harga bahan pangan kembali terjadi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kali ini, harga kelapa mengalami kenaikan hingga 100 persen lebih, Sabtu (27/10/2013).
Di sejumlah pasar tradisional, harga kelapa saat ini menembus Rp15 ribu hingga Rp20 ribu rupiah per buah. Padahal sebelumnya satu buah kelapa bisa diperoleh antara harga Rp5 hingga Rp8 ribu.
“Kenaikannya sudah beberapa hari lalu,†kata Abdul Hani (25), salah satu pedagang kelapa di Pasar Baru Tuban.
Dia menerangkan, kenaikan harga kelapa ini dipicu stok barang yang langka karena pasokannya sempat terhambat datang ke Tuban. Selama ini kelapa-kelapa yang ada di Tuban sebagian besar didatangkan dari pulau Bali. Sementara di pulau Bali baru saja selesai beberapa perhelatan akbar seperti Miss Word, KTT APEC, dan Galungan.
“Sebagian besar kelapa dari Jawa, terutama Jawa Timur kan dari Pulau Bali, termasuk kota Tuban,†ujar Abdul Hani, menjelaskan.
Selain itu faktor lainnya, yaitu banyaknya hajatan yang dilakukan warga Tuban pada bulan-bulan ini. Sehingga keberadaan kelapa semakin sulit didapat dan harganya melambung tinggi.
“Mau tidak mau kalau barang langka ya harga terus melambung,†tambahnya.
Sementara itu, Basar (35), pedagang kecil asal Desa Sekardadi, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, menyiasati kelangkaan kelapa ini dengan menjual kelapa parut. Maksudnya, kelapa tersebut langsung dikupas dan dagingnya di bagi lagi menjadi beberapa bagian. Oleh warga, kelapa ini disebut dengan istilah cikalan.
“Banyak yang beli cikalan, jadi untuk sekali masak,†jelasnya.(edp)