SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Harga tanah di sekitar wilayah kerja proyek pengembangan unitisasi Gas Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) mulai naik. Sebelumnya harga tanah di wilayah setempat hanya Rp50 ribu – Rp100 ribu per meter persegi (m2), namun kini tembus pada kisaran Rp350 – Rp500 ribu/m2.
Seperti kenaikan harga tanah yang terjadi di Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Harga lahan di desa yang rencananya akan terlintasi jalur pipa ini rata-rata dinyatakan mengalami kenaikan.
“Sekarang antara Rp.350 ribu sampai Rp.500 ribu permeternya,” kata Kepala Desa (Kades) Kaliombo, Â Damin kepada Suarabanyuurip.com Selasa (30/10/2013).
Menurut Kades, faktor kenaikan harga lahan di sekitar desanya saat ini dikarenakan sebagian besar masyarakat sudah mendengar akan adanya proyek pengembangan unitisasi Lapangan JTB, proyek Gas Cepu.
“Memang karena mendengar akan adanya proyek, sehingga harga naik,” ujarnya.
Kendati begitu, Damin mengaku belum banyak mengetahui soal perkembangan proyek JTB. Demikian pula lahan yang berada di Desa Kaliombo yang nantinya akan terlewati jalur pipa.
“Sementara ini belum tahu mas, nunggu kabar selanjutnya,” tutur Damin.
Tidak hanya itu, pihaknya pun juga mengaku belum mengetahui adanya regulasi khusus tentang pembebasan lahan untuk migas sebagaimana yang termaktub di dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.
“Belum tahu juga, karena memang belum ada sosialisasi,” pungkas Damin. (roz)