SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Keberadaan Monumen Kadet Suwoko di Desa Gumantuk, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur kondisinya rusak dan tidak terawat. Padahal monumen ini menjadi bukti sejarah pertempuran berdarah seorang pejuang Lamongan dalam mempertahankan kemerdekaan.
Monumen Kadet Suwoko berada Jalan Raya Maduran-Karanggeneng. Tetenger ini dibangun untuk mengenang kisah heroik pertempuran pasukan Kadet Suwoko dengan Belanda, semasa agresi militer Belanda II tanggal 9 Maret 1949.
Di tempat tersebut Kadet Suwoko dan pasukannya gugur saat menghadapi pasukan Belanda. Belanda kala itu ingin menguasai kembali wilayah Sekaran, Maduran, Karanggeneng, dan Kalitengah yang sebelumnya menjadi kekuasaannya.
Sayangnya, monumen perjuangan tersebut sejak beberapa tahun ini kondisinya tak terawat. Semak belukar dan ilalang tumbuh subur didalam dan diluar area monumen. Warna catnya juga tampak kusam.
“Tidak ada yang ngopeni, Mas. Sudah lama monumen Kadet Suwoko tidak dirawat baik dari Desa Gumantuk maupun Pemkab Lamongan,“ kata warga setempat, Sudar, kepada SuaraBanyuurip.com.
Warga lainnya, Badri, menambahkan, jika malam hari di sekitar monumen banyak dipergunakan pasangan muda mudi untuk berkencan. “Tempatnya gelap sehingga banyak pasangan remaja yang memanfaatkannya untuk pacaran, “ terang Badri. (tok)