SuaraBanyuurip.com – Roz/Rien
Bojonegoro- Berbeda dari biasanya, moving yang diketahui dilakukan oleh konsorsium PT Tripatra Engineers and Constructors – Samsung, kontraktor EPC-1, Lapangan Banyuurip, Blok Cepu disepanjang Jalur Babat – Bojonegoro memantik sebagian warga merasa heran dan kaget.
“Kaget baru tahu kalau peralatan untuk proyek migas ada yang sebesar ini,” kata salah satu warga yang mengaku dari Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Khoiriyah, saat ditanya Suarabanyuurip.com, Selasa (29/10/2013) malam tadi.
Melihat peralatan berukuran panjang sedang melintas, dia bersama warga lain bergegas turut menyaksikan. Terlebih, sempat terjadi kemacetan meski mendapat pengawalan dari kepolisian.
“Kok malam-malam ada yang bikin macet,” katanya lagi.
Terpisah Community Affair PT Tripatra, Budi Karyawan, mengungkapkan, alat tersebut dinamakan gas stripper yang berfungsi untuk memisahkan antara minyak dan gas.
“Panjang yang diangkut 36 meter kalau sama truknya 45 meter,” ucap Budi.
Jumlah alat yang dikirim sebanyak dua unit, dan mengingat ukurannya yang panjang pengirimanya pun menempuh perjalanan empat malam dari Kabupaten Pasuruan menuju Bojonegoro.
“Ini merupakan transportasi beresiko terbesar dan terakhir,” ujarnya menjelaskan.
Budi mengaku, untuk melakukan moving ini pihaknya telah menyiapkan secara matang serta sesuai perencanaan. Dia berharap agar konvoi bisa berjalan dengan lancar.
“Semoga tidak hujan dan dilancar, karena setelah ini tinggal peralatan dengan dimensi lebih kecil,” pungkasnya. (roz/rien)