SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Sebuah lapak kayu tempat berjualan semangka dan garbis milik Munasim roboh diterjang angin badai yang menyertai hujan kencang, Rabu (30/10/2013) petang. Akibat peristiwa ini, warga Desa Trosono, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur itu menderita kerugian sekira Rp11 juta.
Munasim  mengaku, saat peristiwa itu drinya sedang berjualan semangka dan garbis ditepi Jalan Raya Pucuk-Maduran bersama anaknya, Sony. Sebelumnya, dirinya tidak pernah menyangka lapak miliknya akan roboh rata dengan tanah disapu hujan badai.
“Saat hujan deras ada dua orang pengendara motor yang nunut berteduh,† kata Munasim kepada SuaraBanyuurip.com.
Tidak lama kemudian tiba-tiba datang angin kencang dan langsung merobohkan lapak kayu miliknya.
“Saya bersama anak saya dan dua orang yang berteduh langsung berlari keluar cari selamat,†ujarnya.
Munasim bersyukur dia dan anaknya tidak sampai terluka akibat robohnya lapak. Begitu pula dengan dua orang yang ikut berteduh. Namun akibat robohnya lapuk tersebut Munasim mengaku menderita kerugian hingga 11 juta.
“Semangka dan garbis baru saja kulak kemarin mas harganya Rp6 juta. Sedang lapak saya sekitar Rp5 juta,†ujarnya.
Apesnya lagi untuk modal usaha berjualan musiman tersebut dari hasil utangan. Namun dirinya mengaku hanya pasrah karena itu adalah musibah.
Selain lapak kayu semi permanen milik Sulasim lima tempat berjualan yang dibuat dari terpal juga turut porakporanda diterbangkan angin. (tok)