BI Nilai MCL Tak Serius Tangani Amdal

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Dugaan pencemaran limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari Sumur Alas Tua East (ATE) ke sawah milik warga Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur disikapi Bojonegoro Institute (BI). Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal Bojonegoro yang konsen soal migas itu menilai operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) tidak serius dalam menangani dampak lingkungan.

“Permasalahannya bukan soal ganti rugi. Intinya operator tidak serius menangani Amdal,” tegas Direktur BI, Joko Purwanto kepada suarabanyuurip.com, Kamis (31/10/2013).

Joko mengungkapkan, saat terjun ke lapangan dan melakukan kajian pada permasalahan warga Ngunut yang sawahnya mati akibat pencemaran limbah sumur ATE, BI menemukan data jika dari awal warga sekitar tidak dilibatkan dalam pembuatan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

“Tidak satupun warga yang tahu dan faham Amdal pada pengeboran di ATE,” tandas Joko.

Padahal, lanjut dia, sesuai aturan penyusunan Amdal itu harus melibatkan masyarakat. Sehingga masyarakat juga mengetahui dampak-dampak dari kegiatan di sumur eksplorasi tersebut.

Baca Juga :   Jalan Bondol-Sendangrejo Longsor, Arus Lalu Lintas Warga Lumpuh

Pada bagian lain, Pemerintah Desa (Pemdes) Ngunut merasa kecewa dengan MCL dan kontraktornya PT PPLI yang menangani masalah limbah di Blok Cepu, yang batal melakukan sosialisasi kepada masyarakat, Kamis (31/10/2013).

Kepala Desa Ngunut, Nur Hidayati, ketika dikonfirmasi mengaku, tidak mengetahui penyebab pasti pembatalan acara sosialisasi yang rencananya dilaksanakan di Balai Desa Ngunut. Padahal, sosialisasi ini sangat ditunggu oleh masyarakat terutama para petani yang merasa dirugikan karena sawahnya mati.

“Saya kurang tahu kenapa, cuma tiba-tiba batal gitu saja. Padahal kami butuh jawaban dari MCL dan PPLI,” sambung Nur Hidayati melalui pesan pendeknya.

Terkait pembatalan sosialisasi ini, Public and Government Affair Manager MCL, Rexy Mawardijaya, sedang berupaya dihubungi SuaraBanyuurip.com.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *