Gizi Buruk di Tuban Mencapai 370 Kasus

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Saiful Hadi menyatakan, jumlah penderita gizi buruk di wilayah kerjanya mencapai angka 370 kasus.  

“Gizi buruk ini melanda anak-anak di Tuban,” terang Syaiful Hadi melalui ponselnya, Jumat (1/11/2013).

Meski angka tersebut bisa dibilang tinggi, namun Syaiful mengatakan, kalau angka tersebut termasuk kecil. Karena angka itu merupakan 0,7 persen dari rata-rata jumlah anak di Tuban. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dari ketetapan Pemkab Tuban yaitu 1,7 persen dari populasi yang ada.

“Jika dimasukan dengan jumlah desa yang ada di Tuban, tiap desa bisa memiliki satu atau dua orang yang mengalami kasus serupa,” jelas Syaiful.

Meski demikian, kata dia, pemerintah telah berupaya melakukan beberapa tindakan penanganan dan penyuluhan kesehatan kepada warga. Salah satu contohnya adalah memberikan pendampingan kesehatan kepada warga, melalui bidan yang ada di masing-masing desa. Serta memberikan pemahaman mengenai asupan gizi yang baik kepada Balita.

Baca Juga :   KKNTK 03 Mahasiswa Unigoro Adakan Sosialisasi Kesehatan Lansia di Desa Bandungrejo

Sementara itu, setelah meninggalnya Andika Amirul Fuad (1,5) Balita asal Dusun Karangrejo, Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Tuban akibat gizi buruk, kini muncul kasus serupa. Yakni, anak di bawah umur yang diketahui menderita gizi buruk, dia adalah Luluk Munawaroh (12), asal Desa Temayang, Kecamatan Kerek, Tuban.

Untuk Luluk sendiri, kondisinya saat ini sangat memperihatinkan. Bahkan dia tidak bisa berbicara atau beraktifitas layaknya anak seusianya.

“Untuk bicara saja susah. Bisanya hanya merengek saja,” terang Kasti (51), ibu dari Luluk. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *