SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Meski boleh dibilang baru seumur jagung, namun Asosiasi Penambang Rakyat (Aspera) yang ber kantor RT/RW 02/01, Desa Kedungrejo, Kecamatan Malo, Bojonegoro, Jawa Timur akan berjuang memberikan yang terbaik bagi penambang sumur tua tradisonal, maupun warga sekitar lokasi sumur.
“Saya akan berupaya memberikan yang terbaik untuk penambang dan masyarakat. Salah satunya adalah memberdayakan masyarakat sekitarnya. Aspera berdiri pada bulan Oktober 2013 lalu, Mas,” kata Ketua Umum (Ketum) Aspera, Lariyanto, di sela acara deklarasi Aspera di Pendapa Kecamatan Malo, Sabtu (02/11/2013).
Dia menjelaskan, ada sekira 430 personil yang sudah tergabung dalam anggota Aspera. Terdiri dari kelompok penambang pasir, batu, koari, minyak sumur tua. Sedangkan, untuk sumur tua di wilayah Malo sebanyak sekira 153 titik. Dengan total hasil per hari dari sumur tua sekitar 15.000 liter.
“Anggota Aspera ini saya ambilkan warga dari desa yang berada di wilayah Kecamatan Malo, Kasiman, Kedewan, Kalitidu, dan Trucuk yang semuanya masuk wilayah Kabupaten Bojonegoro, Mas,” jelasnya.
Ketika disinggung asal anggota itu dari Desa mana saja. Pria yang biasa disapa Antok itu mengaku, tinggal kondisi letak pertambangan yang ada.
“Intinya, tergantung potensi Pertambangnnya. Namun, yang terbanyak saya ambilkan dari Malo, Mas,” imbuhnya menerangkan.
Camat Malo, Dandy Suprayitno.AP.M.Si, menegaskan, dalam pelaksanaannya Aspera harus benar-benar konsisten dan komitmen setiap menjalankan tugasnya. Artinya, harus berpedoman dan patuh pada aturan yang ditentukan oleh pemerintah.
“Saya tidak ingin ada gejolak dikemudian hari dalam kegiatan pertambangan. Baik pertambangan pasir, koari maupun minyak di sumur tua tradisional tersebut,” tegasnya.(sam)