Jalan Bawah Jembatan Babat Dikeruk

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Sejak dua pekan terakhir arus lalu lintas di sekitar jembatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur macet dan semrawut. Hal tu terjadi karena jalan di bawah jembatan dikeruk sepanjang 300 meter dengan kedalaman 30 Cm.

Penurunan jalan yang persis berada di bawah jembatan yang menghubungan Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan ini, untuk menghindari benturan badan jembatan dengan truk kontainer yang melintas. Selama ini seringkali terjadi benturan truk, dan kendaraan alat berat lain yang lewat bawah jembatan tersebut.

Padahal kawasan jalan tersebut merupakan jalur utama dari Surabaya, Lamongan menuju Kabupaten Bojonegoro. Juga dari Lamongan menuju Kabupaten Jombang lewat Ngimbang.

“Tinggi jembatan saat ini 420 Cm karena kurang tinggi banyak truk yang memuat kontainer atau kendaraan berat lainnya membentur badan jembatan di atasnya,“ kata Camat Babat, Jarwito, kepada SuaraBanyuurip.com, Minggu (3/11/2013).

Agar peristiwa itu tidak terus berulang, jalan di bawah jembatan dikeduk dengan kedalaman 30 meter sehingga nanti tinggi jembatan menjadi 450 meter. Sumber pendanaan dari APBN.

Selama pengerjaan pembangunan jalan berlangsung, kemacetan panjang setiap hari terjadi di Jalan Raya Babat.  Agar kendaraan bisa melintas, petugas memberlakukan jalan satu arah sehingga kemacetan setiap hari terjadi baik dari arah timur (Surabaya), barat (Tuban), dan utara (jalur  kendaraan Bojonegoro- Jombang).

Cukup disayangkan, tidak terlihat satupun petugas baik dari Polsek Babat, maupun Satpol PP  Babat terlihat di lokasi proyek sehingga kemacetan sulit terurai. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jalan Bawah Jembatan Babat Dikeruk

Babat

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Sejak dua pekan terakhir arus lalu lintas di sekitar jembatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur macet dan semrawut. Hal tu terjadi karena jalan di bawah jembatan dikeruk sepanjang 300 meter dengan kedalaman 30 Cm.

Penurunan jalan yang persis berada di bawah jembatan yang menghubungan Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan ini, untuk menghindari benturan badan jembatan dengan truk kontainer yang melintas. Selama ini seringkali terjadi benturan truk, dan kendaraan alat berat lain yang lewat bawah jembatan tersebut.

Padahal kawasan jalan tersebut merupakan jalur utama dari Surabaya, Lamongan menuju Kabupaten Bojonegoro. Juga dari Lamongan menuju Kabupaten Jombang lewat Ngimbang.

“Tinggi jembatan saat ini 420 Cm karena kurang tinggi banyak truk yang memuat kontainer atau kendaraan berat lainnya membentur badan jembatan di atasnya,“ kata Camat Babat, Jarwito, kepada SuaraBanyuurip.com, Minggu (3/11/2013).

Agar peristiwa itu tidak terus berulang, jalan di bawah jembatan dikeduk dengan kedalaman 30 meter sehingga nanti tinggi jembatan menjadi 450 meter. Sumber pendanaan dari APBN.

Selama pengerjaan pembangunan jalan berlangsung, kemacetan panjang setiap hari terjadi di Jalan Raya Babat.  Agar kendaraan bisa melintas, petugas memberlakukan jalan satu arah sehingga kemacetan setiap hari terjadi baik dari arah timur (Surabaya), barat (Tuban), dan utara (jalur  kendaraan Bojonegoro- Jombang).

Cukup disayangkan, tidak terlihat satupun petugas baik dari Polsek Babat, maupun Satpol PP  Babat terlihat di lokasi proyek sehingga kemacetan sulit terurai. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *