SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Pelaksanaan 6 issu Socioeconomic proyek migas Blok Cepu yang disepakati Mobil Cepu Limited (MCL) dengan sejumlah pemerntah desa (Pemdes) di sekitar lapangan minyak Banyuurip belum sepenuhnya terselesaikan. Ada beberapa kesepakatan yang hingga saat ini masih tahap proses penyelesaian.
Data dari Bagian Sumber Daya Alam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, dari kesepakatan 6 item sosio economi yang belum tuntas adalah tukar guling tanah kas desa (TKD) Gayam seluas 13,2 hektar termasuk di dalamnya adalah lapangan sepak bola. Yang mana disebutkan pada pelaksanaan TKD Gayam Kecamatan Gayam pada bulan April 2013 anggaran TKD telah disetujui oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).Â
“Data yang diberikan kepada Tim Optimalisasi Rabu lalu, saat ini MCL dan pihal ke tiga yakni BUMD telah menandatangani kerja sama penyelesaian TKD,” jelas Kepala SDA, Fajar Yudhi, Senin (4/11/).
Sedangan untuk tukar guling Lapangan Sepak Bola Gayam, laporan MCL menyebutkan bersamaan dengan proses tukar guling, MCL telah melakukan koordinasi dengan mitra pendamping untuk mempersiapkan desain dan rencana pelaksanaan yang telah disetujui oleh pihak desa.
“Program akan dimulai segera setelah lokasi tanah pengganti tersedia,†kata Fajar Yudhi.
Sementara kesepakatan lainnya tentang pembangunan Balai Desa Gayam, komitmen MCL berupa pengurukan lahan, pembangunan pondasi dan pembangunan pendopo kayu telah selesai. Saat ini pihak desa melanjutkan pembangunan dengan menggunakan anggaran desa.
“MCL menyatakan waktu pelaksanaan pada Desember 2012 sampai Juni 2013 selesai,” tegas dia.
Fajar menyatakan, untuk item selanjutnya yang sudah diselesaikan MCL adalah pembangunan sumur tradisional di Desa Gayam sebagai ganti penutupan Sendang Kelor. Untuk Penutupan Jalan Rajekwesi antara lain di desa Mojodelik saat ini dilakukan pembangunan drainase, tembok penahan tanah (TPT), gorong-gorong, dan pembangunan paving sepanjang 3300 meter.
Selain itu, lanjut dia, kesepakatan yang sudah dituntaskan dengan Pemdes Mojodelik adalah renovasi pagar dan pavingisasi halaman balai desa, dan pembangunan sepakbola.
“Sementara Desa Bonorejo dilakukan pembangunan tembok penahan tanah, renovasi balai desa dan lapangan sepak bola, dan pembangunan jalan paving. Semuanya juga sudah diselesaikan,†kata Fajar.
Pria berkacamata minus ini menerangkan, item ke lima yang sudah direalisasikan MCL adalah pembangunan tembok penahan tanah, pavingisasi, perbaikan 15 unit gorong-gorong, dan pemasangan lampu penerangan jalan umum di 61 titik dan pembangunan jalan alternatif sebagai ganti penutupan jalan Temlokorejo-Kaliglonggong Desa Gayam.
“Yang terakhir mereka sampaikan,ada tujuh surat tidak keberatan warga dua sisanya MCL telah mendapatkan keterangan yang menyatakan kedua warga tersebut tidak berdomisili di Bojonegoro,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah,Vice President Public and Government Affair Manager MCL, Erwin Maryoto menyampaikan, pelaksanaan program-program terkait dengan 6 komitmen sosio ekonomi berjalan baik dan semuanya sedang berjalan.
“Komitmen 6 sosio ekonomi yang berhubungan dengan pembangunan infrastruktur sebagian besar telah diselesaikan, dan sebagian masih berjalan sesuai dengan jadwal penyelesaiannya,” tegasnya.
Disinggung mengenai TKD Gayam, lanjut Erwin, prosesnya sedang berjalan dan tidak ada kendala. Secara prinsip, Desa, Pemkab, SKK Migas dan MCL sudah sepakat mengenai tahapan proses tukar guling yang harus dijalani yang sudah sesuai dg aturan dan hukum yang berlaku.
“Semua pihak juga memahami bahwa tahapan proses ini memerlukan waktu. Jadi tukar guling statusnya sedang dalam tahapan proses penyelesaiannya,” pungkas pria asli Solo, Jawa Tengah ini.(rien)