SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Keberadaan industri minyak dan gas bumi (Migas) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tampaknya, Â belum sepenuhnya mengurangi pengangguran di wilayah setempat. Meskipun saat ini banyak hotel maupun restaurant baru yang berdiri untuk melayani para pekerja migas.
Sebut saja Hotel Aston bintang 3 plus di Jalan MH Thamrin Kelurahan Ledok Kulon dan Hotel Dewarna di Jalan Veteran Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro dan Hotel Bonero, di Desa Leran, Kecamatan Kalitidu. Keberadaan hotel itu tidak banyak diketahui oleh putra putri Bojonegoro. Akibatnya, mereka tidak dapat ikut mendaftar sebagai tenaga kerja di hotel tersebut.
Fandi (24), pemuda asal Desa Ledok Kulon, misalnya. Dia mengaku kecewa karena sudah tidak bisa mendaftarkan diri di Hotel Aston yang lokasinya berada tidak jauh dari rumahnya.Â
“Saya pulang kampung dari Bandung untuk mencoba mendaftarkan diri, tapi katanya sudah merekrut ratusan orang,” kata pemuda yang dulunya bekerja sebagai sales rokok ini.Â
Senada dikatakan, M Faisal (25). Dia mengatakan, bingung bagaimana cara mendaftarkan diri di Hotel yang sama. Karena saat berselancar di internet maupun ke media lokal dirinya tidak berhasil mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan.Â
“Kemarin saya tanya ke Disnakertransos malah disuruh buat AK 1, saya kan sudah punya,” sambung Mahasiswa Jurusan Ekonomi Universitas Bojonegoro ini.Â
Sementara itu, sesuai data di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, jumlah pengangguran yang terdata hingga 2013 ini masih sebanyak 23.158 orang. Semua termasuk dari lulusan SMA, perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan swasta. Namun, dari puluhan ribu pengangguran itu belum ada yang tercover di perusahaan lokal termasuk hotel.Â
“Hanya Indomart dan Alfamart yang sudah melakukan perjanjian dengan kita. Sedangkan yang lainnya belum,†kata Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adi Wicaksono kepada suarabanyuurip.com, Rabu (6/11/2013). (rien)