Musim Hujan Datang Perbaikan Jembatan Dikebut

jembatan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro -  Pembangunan sejumlah jembatan yang rusak akibat banjir pada 2012 lalu diperkirakan belum selesai dikerjakan saat musim hujan tahun ini. Salah satunya yakni jembatan utama penghubung Kecamatan Purwosari-Tambakrejo, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
 
Jembatan sepanjang 25 meter dengan lebar 5 meter yang membentang di atas Sungai Giling itu rusak parah diterjang banjir. Pondasi penyangga jembatan ambrol, dan badan jalan jembatan banyak berlubang. Sementara, kondisi pilar kayu penyangga jembatan juga sudah rusak.
 
Namun, jembatan itu baru direhab mulai pertengahan Agustus 2013 lalu diperkirakan baru selesai pada Januari 2013. Para pekerja proyek jembatan itu kini mengebut pengerjaan perbaikan jembatan itu. Untuk sementara kendaraan baik motor, mobil maupun truk yang melintas di jembatan itu dialihkan ke jembatan darurat dengan beban berat maksimal tiga ton.
 
Jembatan Sungai Giling itu dibangun oleh CV Graha Cipta Bojonegoro. Saat ini proses pengerjaan jembatan memasuki tahap pengecoran pilar penyangga jembatan.

“Sekarang pengerjaan jembatan ini memang dikebut,” ujar Budi, pelaksana proyek jembatan dari CV Graha Cipta Bojonegoro.
 
Budi mengatakan, meski pengerjaan jembatan dikebut akan tetapi diperkirakan tidak akan selesai saat musim hujan sudah tiba. Ia berharap banjir tidak sampai menggenangi Sungai Giling tersebut.

Baca Juga :   Akper Lamongan Akan Jadi BLUD

“Kalau terjadi banjir, ya sudah pasti proses perbaikan jembatan akan terkendala,” ujarnya.
 
Berdasarkan data di lapangan, jumlah jembatan penghubung antarkecamatan dan desa yang rusak diterjang banjir pada tahun 2012-2013 sebanyak 47 unit berada di 28 kecamatan di Bojonegoro.

Satu unit pembangunan dan perbaikan jembatan itu dianggarkan hingga Rp200 juta. Sedangkan total anggaran yang dipakai untuk perbaikan jembatan sebesar Rp49 miliar.
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Bojonegoro, Andi Tjandra, saat dikonfirmasi mengenai perbaikan jembatan ini mengaku belum bisa menanggapi.

“Saya sedang rapat di kantor dinas,” ucapnya singkat.

Dia  mengatakan, perbaikan jembatan dan jalan yang rusak akibat banjir itu diambilkan dari APBD Bojonegoro maupun bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat. “Pembangunan dan perbaikan jembatan itu sesuai kondisi kerusakannya,” tuturnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *