Jumlah Peziarah Sunan Bonang Meningkat

peziarah

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Jumlah peziarah di Makam Wali Sunan Bonang di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban, Jawa Timur,  meningkat. Mereka datang dari sejumlah daerah yang berasal dari luar Tuban, Senin (11/11/2013).

Pantauan dilapangan, para peziarah datang ke Makam Sunan Bonang secara rombongan menggunakan bus dan kendaraan lain. Kedatangan mereka ke makam salah satu penyebar agama Islam di Jawa itu sudah menjadi tradisi tahunan.

“Kalau suro (Muharram), warga sering bikin rombongan untuk berziarah,” kata Kasdini (31), peziarah asal Madura.

Dia mengatakan, selain di makam Sunan Bonang di Tuban, mereka juga melakukan perjalanan ke tempat lain.  Seperti beberapa wali yang berada di sekitar Jawa Barat.

“Sebelumnya sudah dari Sunan Ampel (Surabaya), tadi juga sudah di Sunan Asmoroqondi (Tuban),” tambah Kasdini.

Meningkatnya jumlah peziarah di Sunan Bonang ini berdampak pada sejumlah pedagang yang berjualan disekitar makam. Mereka mengaku barang dagangannya lebih laku dari hari dan bulan biasanya.

“Kalau Muharram memang selalu ramai, Mas,” kata Siti Marfuah (41), pedagang makanan dan minuman dekat Sunan Bonang.

Baca Juga :   Selfie Berpahala untuk Lombok

Ramainya pengunjung sudah diprediksi pedagang sebelumnya. Mereka memperkirakan puncak ramainya peziarah akan berlangsung hingga habisnya bulan Muharram.

“Omset kalau begini ya naik sekitar 3 kali lipat lah,” ujar Marfuah tanpa menyebut nominal dari omset hariannya.

Sementara itu, ramainya peziarah ini ternyata kurang berdampak pada pendapatan pengayuh becak wisata ditempat itu. Pasalnya saat ini kendaraan pengangkut peziarah banyak yang tidak memarkir kendaraan di Terminal Parkir Wisata Sunan Bonang.

“Selama bus diijinkan parkir diluar tempat parkir wisata, sama saja, Mas. Tidak ada pengaruh bagi pendapatan pengayuh becak,” timpal Ketua Paguyuban Becak Wisata Sunan Bonang, Teguh.

Selama ini, kata Teguh, bus banyak yang parkir di dekat alun-alun kota Tuban. Padahal tempat itu merupakan larangan bagi kendaraan untuk parkir.

“Mau parkir ditempatnya di lokasi wisata kalau sudah terlalu penuh dipinggir jalan, kalau sudah sepi ya kembali lagi parkir dipinggir jalan,” keluh Teguh.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *