Proyek Migas Berpotensi Timbulkan Gangguan Jiwa

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Pekerjaan di proyek minyak dan gas bumi (Migas), ternyata mampu memicu stress dan depresi yang mengakibatkan gangguan kejiwaan seseorang atau pekerja itu sendiri.

Dokter spesialis kedokteran jiwa, Dr Alexandra Diah Mustika Wardhani, dari RSJ Dr Radjiman W Lawang, Malang, mengatakan, lingkungan kerja seseorang mempengaruhi kejiwaan masing-masing karyawan baik di luar maupun di dalam ruangan.

“Mereka akan merasakan bagaimana jauh dari keluarga, tuntutan pekerjaan dan permasalahan sosial lainnya,” tegas wanita 35 tahun ini.

Namun, gangguan kejiwaan ini tergantung pada kesiapan mental dalam menjalani pekerjaan tersebut. Biasanya tidak langsung disebut gangguan jiwa atau gila tapi diawali pada stress dan depresi berat.

“Banyak contoh pekerja dari proyek migas atau pertambangan di wilayah lain menjadi pasien kami,” tukasnya.

Dari permasalahan pekerja pertambangan yang ditangani selama ini, kebanyakan perusahaan menganggap kalau gangguan jiwa sama dengan gangguan jiwa berat atau gila. Padahal ketika dilakukan pemeriksaan terbukti gangguan jiwa yang dialami bukan gangguan jiwa berat, tetapi gangguan perasaan.

Baca Juga :   BPN Tunggu Kesiapan PEPC

“Tapi perusahaan bersikeras memecat karyawan tersebut karena tidak layak untuk bekerja, dan itu tindakan yang salah,” imbuh Dokter yang sudah 11 tahun bertugas di RSJ Lawang ini.

Diperparah lagi, perusahaan seakan tidak mau tahu dengan kondisi karyawannya dengan tidak mencarikan psikiater untuk menyembuhkan pasien. Karena gangguan jiwa berat akan mudah ditangani saat terdeteksi secara dini.

“Tapi selama di Bojonegoro saya belum pernah menerima pasien dari proyek migas,” tandas dokter cantik yang bertugas di Puskesmas Kalitidu, Kecamatan Kalitidu ini. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *