SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Petani garam di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mengeluhkan jatuhnya harga garam dipasaran. Disinyalir anjloknya harga itu akibat permainan para tengkulak. Namun begitu tidak ada kepedulian dari pemerintah setempat sehingga membuat nasib petani garam semakin terpuruk.
Beberapa petani garam di Kecamatan Brondong dan Paciran yang ditemui SuaraBanyuurip.com, Rabu (13/11/2013), mengaku, harga garam dari tahun ketahun terus terjun bebas. Para tengkulak yang biasa membeli hasil panenan mereka terus menekan harga.
“Tahun lalu harga garam Rp300 per kilogram. Sekarang hanya Rp270 perkilogram. Harga ini bisa anjlok lagi,†keluh Sulaiman, petani garam asal Desa Lohgung, Kecamatan Brondong.
Disisi lain, petani tidak bisa menaikan harga garam karena para tengkulak tidak akan mau membeli produksi mereka.
“Kami tidak bisa menimbun barang untuk menunggu harga tinggi mas, karena harganya juga tidak akan naik. Selain itu juga terdesak kebutuhan hidup setiap hari, “ sambung petani garam lainnya, Basar.
Diterangkan Basar, masa panen garam yaitu di bulan Agustus hingga Desember. Saat musim panen, para tengkulak datang sendiri kepetani garam untuk membeli hasil panen mereka.
“Selain dijual lagi ke perusahan pengolahan garam beryodium, kabarnya garam juga banyak dibutuhkan untuk industri teksil, baja dan untuk pengeboran minyak, “ ujar Basar.
Masa keemasan para petani garam di Lamongan telah meredup sejak tidak adanya lagi program penyangga harga dari pemerintah. Padahal, program yang berjalan sejak tahun 2000 hingga kisaran 2005 ini sangat membantu para petani karena berapapun hasil panenan petani dibeli dengan harga yang tinggi dan tidak mengenal fluktuasi.
Kala itu beberapa Koperasi Unit Desa (KUD) di Kecamatan Brondong dan Paciran ditunjuk pemerintah untuk menampung hasil panenan garam. Namun sejak 8 tahun terakhir sudah tidak ada lagi KUD yang membeli produksi garam.
Sekedar diketahui, Kecamatan Brondong dan Paciran merupakan sentra penghasil garam kabupaten Lamongan. Di Kecamatan Brondong terdapat lima desa penghasil garam yaitu Desa Sedayu Lawas, Brengkok, Labuhan, Sidomukti dan Lohgung. Sedang di Kecamatan Paciran yaitu Desa Tanggul dan Kranji.(tok)