SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Sekira seratus warga dari Desa Glodog dan Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, mendatangi Palang Station milik Operator Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) yang berada di Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (13/11/2013), pukul 16:00 WIB.
Mereka adalah ahli waris dari Mangil, yang mengaku mempunyai sebidang tanah di Desa Leran Kulon. Ratusan warga itu meminta supaya MCL tidak melintaskan pipa ditempat tersebut. Selain itu massa juga menuntut agar anak perusahaan ExxonMobil membelokkan arah pipa minyak.
Pipanisasi 20 inci sepnjang 72 kilo meter (KM) dari Lapangan Minyak di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro itu merupakan rangkaian dari pekerjaan Engineering Procurement and Constructions (EPC)-2 Banyuurip.
“Karena selama ini kami merasa tidak pernah menjual tanah, maka kami minta pipa dibelokkan saja dan jangan melintas di tanah kami,†tegas Kartaji (46), salah satu pewaris dari Mangil.
Permasalahan sengketa tanah ini memang sudah bergulir lama. Permasalaan berawal ketika MCL melakukan pembebasan sebagian lahan di tanah yang totalnya mencapai 1.080 m2 untuk lintasan pipa minyak menuju lepas pantai Tuban.
Ketika akan dilakukan pemasangan, ternyata diketahui kalau tanah tersebut mempunyai sertifikat ganda. Alhasil, ahli waris Mangil yang mempunyai sertifikat tanah melakukan aksi protes dengan menghalangi pemasangan pipa.
Aksi protes awalnya memang hanya dilakukan belasan orang. Baru pada sore hari ini, ahli waris mengumpulkan semua sanak saudara yang masih menjadi kerabat almarhum Mangil, pemilik tanah. Jumlahnya berkisar sekitar 100 orang. Mereka mengaku, masih banyak kerabat lain yang belum ikut dalam aksi protes ini.
“Ini deklarasi dari Bani Mangil, jumlahnya bisa dilihat sendiri berapa banyak kerabat kami yang sama-sama melakukan aksi protes,†tandas Murtadi (55), salah satu pewaris yang lain.
Sementara itu, meski massa sempat mengancam akan membakar area pos milik MCL di Palang tersebut. Tapi aksi berjalan damai. Mereka hanya melakukan orasi dan melakukan pemblokiran jalur deandles lama selama satu jam.(edp)