Berkah bagi Pedagang Kecil

SuaraBanyuurip.com - 

SIANG itu, wilayah sekitar sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu, yang di operatori Mobil Cepu Limited (MCL) diguyur hujan. Namun tak menyurutkan niat ribuan warga untuk menghadiri haul Habib Iydrus bin Al-Jufri dan Buyud Joyo Sosro Tirto yang ke 78 tokoh, Kamis (14/11/2013). Seorang tokoh penyebar Agama Islam di sekitar ladang migas yang dimakamkan di Desa Katur, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Ribuan masyarakat dari dalam dan luar Bojonegoro yang datang ngalap berkah ke makam Habib Iydrus bin Al-Jufri, menjadi berkah tersendiri bagi pedagang kecil. Salah satunya adalah Sarmin, penjual Cilok. Dia yang menjajakan dagangannya dipinggir jalan masuk halaman makam itu dijubeli pembeli.

“Cilok yang saya jual hampir habis ini dibeli warga yang sedang mengikuti haul mbah Habib Iydrus bin Al-Jufri,” kata Sarmin sambil memberikan cilok kepada pembeli.

Seakan tidak memperdulikan tetesan air hujan membasahai bajunya yang berwarna kuning tua, Sarmin dengan cekatan melayani pembeli dari rombong diatas sepeda motornya. 

Baca Juga :   Bermula Hobi Menjadi Peluang Bisnis

Sambil melayani pembeli, Sarmin menceritakan, haul Habib bin Al-Jufri ini, ibaratnya menjadi berkah bagi dirinya untuk menjual cilok. Karena banyak pelanggan yang membeli dagangannya hingga habis.

“Saya jualan dilokasi haul ini mulai jam 11.00 WIB tadi, Pak. Alhamdulillah saya mendapatkan hasil yang memuaskan hari ini dibandingkan hari-hari biasanya jualan keliling Blok Cepu,” ungkap pria yang mengaku warga Kalitidu, Kecamatan Kalitidu itu. 

Untuk sebungkusnya yang berisi lima biji cilok, Sarmin memasang tarif Rp1000 – Rp 2000. Dari hasil menjual dagangannya itu, Sarmin mengaku memperoleh pendapatan Rp300 ribu.

“Hari-hari biasa saya tidak sampai mendapatkan hasil Rp 100.000,” sergah Sarmin.

Senada diungkapkan, Rozikin, penjual mainan anak-anak. Dia mengaku, penjual balonnya hari ini jauh berbeda dari hari biasanya. Biasanya dia hanya mampu menghabiskan 10-15 biji balon. Namun, hari ini mampu terjual 20-30 biji balon. Dengan per bijinya seharga Rp10.000 sampai Rp12.000.

“Alhamdulillah di Haul ini saya mendapatkan keuntungan lebih dari Rp100.000, Mas,” aku Rozikin yang mengaku warga asal Cepu, Kabupaten Blora, Jawa-Tengah tersebut.

Baca Juga :   Tukang Sol Sepatu Sekitar Proyek Gas JTB Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Dia mengatakan, menjadi seorang penjual mainan anak-anak sudah dilakoninya sejak masih membujang. Karena, pekerjaan yang ditekuninya merupakan salah satu cara untuk membuka lapangan kerja sendiri. Sebab selain tak ada perkerjaan lain,  dagangan itulah yang menjadi sawah ladangnya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-harinya.

“Mau kerja apalagi to, Pak. Sawah maupun ladang saja tidak punya. Apalagi usia juga sudah tua. Jadi, saya sudah bersyukur kepada Allah SWT rejeki yang saya dapat meskipun jadi seorang pengumpul barang rosokan,” tukas Rozikin.

Bagi dua pedagang kecil itu yang terpenting rezeki yang didapat halal dan tidak merugikan orang lain.(Samian Sasongko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *