SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan- Puluhan penjual semangka dan garbis yang berjualan di sepanjang Jalan Raya Pucuk -Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mengeluhkan pungutan liar (pungli) yang dilakukan onum pegawai Dinas Pekerjaan Umum (PU) pengairan setempat.
Menurut beberapa pemilik lapak kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (14/11/2013), Â selama ini ada oknum petugas dari UPT Â Dinas PU Pengairan Kecamatan Pucuk yang mengenakan tarikan kepada mereka.
“Katanya karena tempat yang kami pakai lahannya milik Dinas Pengairan. Jadi harus bayar,†kata salah seorang penjual semangka, Munasim.
Setiap pemilik lapak harus membayar ke oknum pegawai Dinas Pengairan tersebut Rp500.000 Â per tahun. Padahal di lokasi itu sedikitnya terdapat 40 lapak penjual buah.
“Jika dikalikan jumlah lapak dengan tarikan, nilainya bisa Rp 20 juta pertahun. Untuk apa uang tarikan tersebut? “ ujar pemilik lapak lain yang keberatan menyebutkan namanya.
Selama ini para pemilik lapak tidak berani melawan karena oknum tersebut mengancam akan membongkar paksa lapak mereka jika tidak membayar upeti.
Disepanjang tepi jalan raya Pucuk-Sekaran tersebut merupakan rawa yang masuk wilayah Dinas Pengairan. Namun penarikan yang dilakukan itu membuat heran para penjual buah.
“Entah petugas betulan atau awu-awu  kami tidak tahu, Mas. Diminta bayar  ya saya bayar dari pada tidak bisa bekerja, “ ujar Munasim, kembali.
Padahal menurut dia, berjualan ditempat tersebut hasilnya juga tidak menentu. Walau berjualan di tepi jalan raya antar kecamatan, poros jalan tersebut relatif sepi karena bukan jalan utama propinsi.
Plh Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Lamongan, M.Jufri, dikonfirmasi tentang adanya tarikan kepada pemilik lapak di Jalan Raya Pucuk-Sekaran mengatakan, baru mendengar informasi tersebut.
“ Dinas Pengairan tidak pernah ada kebijakan menarik biaya apapun kepada para penjual di sepanjang tepi rawa. Itu pasti ulah oknum pegawai Dinas pengairan dibawah,†katanya.
Dia berjanji akan menindak tegas anak buahnya jika mendapatkan bukti tentang pungli itu.(tok)