SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Sejumlah pejabat dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Jawa, Bali, Madura dan Nusa Tenggara (Jabamanusa), bertandang ke Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (14/11/2013). Selain dalam rangka kunjungan kerja dan bersilaturrahmi, kedatangan mereka untuk mengetahui perkembangan pertambangan minyak dan gas (migas) yang ada Blora.
Selain itu juga dalam rangka memperkenalkan diri sejumlah pejabat SKK Miga yang baru. Mereka diantaranya Kepala Perwakilan SKK Migas Jabamanusa yang baru, Arif Sukma Widjaja, yang menggantikan Agus Kurnia yang saat ini menjadi vice president PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Turut menyertai Kepala Urusan Humas, M Fatah Yasin dan Kepala Urusan Operasi, Indarto Wibowo.
Selain dari SKK Migas, tampak pula sejumlah pejabat dari kontraktor kontrak kerja sama (K3S) migas di wilayah Blora. Mereka diantaranya dari Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL), Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting, Pertamina EP Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) serta PT Sele Raya Energy (SRE).
Kedatangan para tamu tersebut diterima Bupati Blora, Djoko Nugroho di Aula Pemkab Blora. Bupati didampingi sejumlah pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait pertambangan migas serta Direktur PT Blora Patra Energi (BPE), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora.
“Kami ucapkan selamat datang di Blora,’’ ujar bupati sebelum memulai pertemuan.
Dalam kesempatan itu, bupati menjelaskan, berbagai upaya yang dilakukan Pemkab Blora terkait dengan pertambangan migas di daerahnya. Mulai dari tuntutan pembagian dana bagi hasil (DBH) migas Blok Cepu yang lebih adil hingga persoalan rekrutmen tenaga kerja lokal di proyek migas. Mantan Komandan Kodim Rembang itu juga memaparkan permasalah terkait eksplorasi dan produksi migas di Blora.
“Di setiap kesempatan saat tamu dari Jakarta terutama yang terkait dengan migas, datang ke Blora, kami selalu kemukakan tuntutan kami tentang DBH migas. Blora ini masuk wilayah Blok Cepu, tapi Blora sama sekali tidak mendapatkan DBH migas Blok Cepu,†kata Kokok-sapaan akrab Bupati Djoko Nugroho.
Dia mengungkapkan, proyek migas Blok Cepu di Blora hingga kini belum dilakukan oleh MCL. “Padahal pembebasan tanah di Giyanti sudah dilakukan,†tambahnya.
Dalam kesempatan itu, bupati juga meminta K3S untuk memaparkan apa saja yang telah dilakukan di Blora. Seperti Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) diproyeksikan akan mulai beroperasi tahun depan, perkembangan pengeboran oleh perwakilan PHE Randugunting, program pemberdayaan masyarakat oleh perwakilan MCL, dan proses perijinan seismic dua dimensi (2D) oleh perwakilan PT Sele Raya Energy.
Kepala Perwakilan SKK Migas Jabamanusa, Arif Sukma Widjaja, mengapresiasi penjelasan para perwakilan operator migas tersebut. Dia pun mendorong agar operator bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.
Dia mengaku terkesan dengan potensi yang ada di Blora. Selain potensi migas, juga potensi kerajinan batik di Blora.
“Mumpung saya di Blora, saya akan beli batik Blora. Saya memang suka mengoleksi batik,†katanya. (ali)