SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Diduga akibat minimnya marka jalan disalah satu titik jalur Pantura, tepatnya Jalan Tuban-Semarang Kilometer 1, Dusun Dasin, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mengakibatkan satu truk bermuatan kayu terjungkir, dan nyungsep di jembatan dengan kedalaman 5 meter, Selasa (19/11/2013).
Nyungsepnya truk dengan Nopol H 1391 UH, yang dikendarai, Juma’in (50), serta dua keneknya, Fathul Marin (29) dan Heri (16), kesemuanya warga Desa Kedungsari, Tembalang, Semarang, terjadi pada kisaran pukul 03:15 pagi tadi.
Saat itu, kendaraan yang memuat kayu dari Jombang ini bermaksud untuk kembali ke Semarang dengan melintas di Jalur Pantura Tuban.
“Tiba disini saya kaget, jalan yang semula lebar kok mendadak sempit. Padahal setahu saya tadi kok tidak ada marka atau tanda peringatan,” jelas Juma’in kepada SuaraBanyuurip.com di lokasi kejadian.
Akibatnya, bagian depan truk langsung menghantam bagian pembatas jembatan hingga jebol. Truk kemudian nyungsep ke dalam jembatan yang berada tepat di pinggir pantai tersebut.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Meski begitu beberapa pengendara yang melintas sempat berhenti dan melihat kejadian ini. Mereka menyesalkan kurangnya tanda peringatan waspada di tempat tersebut.
“Ini kan bahaya, karena jalan yang semula lebar tiba-tiba sempit karena adanya jembatan kecil ini,” kata Suwandi (28), warga asal Kecamatan Bancar yang melintas. (edp)