Desember, Gas Gundih Mulai Dialirkan

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora –  Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Blok Gundih yang terletak di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah oleh PT. Pertamina Eksplorasi dan Eksploitasi (EP) memasuki babak baru. Sebentar lagi, Central Processing Plan (CPP) Blok Gundih memasuki tahap commisioning awal.

“Pengaliran  gas hasil produksi sejumlah sumur di kawasan CPP mulai Desember mendatang,” kata Legal and Relation Manager  PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Arya Dwi Paramita kepada SuaraBanyuurip.com pada Rabu, (19/11/2013).

Arya menyatakan, meskipun pembangunan konstruksi  CPP saat ini masih dalam tahap penyelesaian, namun target pengaliran gas pada akhir tahun 2013 segera terlaksana.

“Setelah gas dialirkan ke CPP, maka akan dilanjutkan ketahap-tahap proses lanjutan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, gas tersebut setelah melalui tahapan  proses akan dialirkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik  di Tambaklorok Semarang dengan masa kontrak selama 12 tahun. Pemakaian gas sebagai bahan ini bakar akan mampu menghemat keuangan negara.

Arya merinci, untuk nilai kalori HSD per liter sebesar 9.100 kilokalori (Kcal), sedangkan gas bumi bisa mencapai lebih dari 239.000 Kcal. Berdasarkan asumsi pasokan 50 juta kaki kubik per hari (“millions standard cubic feet per day”) MMSCFD gas untuk PLTGU Tambak Lorok, maka potensi penghematannya bisa mencapai Rp5,4 miliar/hari atau sekitar Rp21,4 triliun dalam 12 tahun.

Baca Juga :   Pemkab Bojonegoro Layangkan SP ke MCL

Arya menjelaskan, PPGJ merupakan proyek pengembangan lapangan gas Blok Gundih yang berasal dari struktur Kedungtuban, Randublatung, dan Kedunglusi, Kabupaten Blora. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan, memproses, dan memproduksi gas di area Gundih sesuai dengan keekonomian agar siap dijual ke konsumen dengan volume 50 MMSCFD pada 2013.

Menurut dia, peralatan dan sarana prasarana pendukung pengaliran gas sudah tersedia. Namun, seluruh bangunan CPP  diperkirakan selesai sekitar Agustus 2014.

“Kita memang targetkan tahun ini sudah produksi dan dialirkan,’’ imbuhnya.

Pembangunan jaringan pipa sudah dilaksanakan sejak 2011 lalu. Jaringan pipa itu dipasang mulai Tambaklorok Semarang sampai lokasi produksi di Desa Sumber Kecamatan Kradenan Blora. Jaringan  pipa yang dipasang oleh PT Sumber Petrindo Perkasa melalui kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) Nomor 885/EP0000/2006-S0 tertanggal 12 Desember 2006.(ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *