SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Meski pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meningkat siginifikan dengan keberadaan industri migas, namun target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada P-APBD 2013 sebesar Rp204 miliar tidak tercapai.
Dari target PAD senilai Rp23,1 miliar hanya tercapai Rp17,4 miliar. Begitu pula untuk target pendapatan dari pajak hotel dari target yang ditetapkan sebesar Rp450 juta baru tercapai Rp177 juta. Penurunan drastis juga terjadi dari pajak hiburan, dari target yang dipasang sebesar Rp225 juta baru terpenuhi sebesar Rp90 juta.
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Jatim, mengiindikasi tidak tercapainya target PAD itu dikarenakan belum maksimalnya kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam menggali potensi pajak daerah.Â
“Harusnya Pemkab lebih optimal menggali potensi-potensi pajak di daerah,” tegas Koordinator Fitra Jatim, Dahlan kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (23/11/2013).
Dia menyatakan, dengan pertumbuhan perekonomian yang cukup tinggi maka pendapatan secara otomatis akan terdongkrak. Karena itu, Dinas Pendapatan harus memperbaiki sistem kebijakan terutama di sektor pajak.
“Tidak semua hotel atau restauran itu jujur dengan memberikan laporan palsu,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dispenda Herry Sujarwo, menyatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi ulang termasuk mendata kamar-kamar hotel yang ada di Bojonegoro. Karena ada salah satu hotel yang tidak memberikan data valid mengenai jumlah kamar hotel dan tamu yang check in.
“Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan sidak ke beberapa hotel,”sergahnya.(rien)