SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), akan berupaya semaksimal mungkin untuk memfasilitasi pembebasan lahan baik milik warga maupun tanah kas desa (TKD) untuk kebutuhan proyek Banyuurip, Blok Cepu. Karena selama ini, BBS telah banyak membantu menyelesaikan beberapa permasalahan pembebasan lahan di Blok Cepu.
Direktur Utama PT BBS, Deddy Afidick, mengaku, ada dua lahan milik warga yang hingga kini belum terselesaikan yakni lahan milik Rasyid Rasidin. Proses penyelesaian masalah lahan itu masih berada di meja Mahkamah Agung untuk menentukan siapa ahli warisnya.
“Kira-kira dua lahan itu luasnya 3156 meter persegi dan 3453 meter persegi,†tandas deddy.
Dia menyatakan, selain dua lahan itu, BBS juga memfasilitasi masalah TKD Gayam, Kecamatan Gayam yang sampai saat ini belum juga terselesaikan. Dari keputusan Pemerintah Desa (Pemdes) pada awal bulan November 2013 lalu, sudah ditentukan kriteria lahan pengganti.
“Ada beberapa persyaratan yang diajukan desa, tapi persyaratannya sangat berat jadi kemungkinan kecil ada lahan penggantinya,†ujar Deddy, mengungkapkan.
Dia menyatakan, dari criteria yang diajukan diantaranya untuk tanah pengganti TKD yang berupa lapangan desa harus memenuhi beberapa syarat. Â Diantaranya luas minimal sebagai lapangan sepak bola berikut fasilitasnya dan berbentuk hamparan dalam satu lokasi seluas kurang lebih 2,5 Hektar, sudah memenuhi kelengkapan surat bukti kepemilikan, dan terletak ditepi jalan poros desa Gayam.
“Kalau itu tetap belum ada jalan keluar baru kami akan maju untuk kembali memfasilitasi,†imbuhnya.
Terpisah, Kepala Desa Gayam, Pujiono, menyatakan, pengumuman untuk pengganti lahan pengganti tersebut berlaku hanya sepuluh hari terhitung tanggal 11 November 2013 sampai dengan 21 November 2013. Akan tetapi karena belum juga ada pengganti lahan tersebut pihaknya melayangkan surat kepada SKK Migas untuk mendapatkan jalan keluarnya.
“Kami masih menunggu jawaban dari SKK Migas,†pungkas pria yang juga Ketua Forum Komunikasi 15 Kepala Desa Banyuurip – Jambaran ini.(rien)