Kontraktor Lokal Sayangkan Puncak Produksi Molor

mahmudi gmt

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Molornya produksi puncak sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu yang dioperatori Mobil Cepu Ltd (MCL) pada 2014 mendatang  tidak hanya membuat risau warga. Tragedi tidak tepat waktu itu juga disayangkan oleh kontraktor lokal sekitar ladang minyak di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Salah satu kontraktor lokal yang menyayangkan molornya produksi puncak sumur Banyuurip tersebut adalah CV General Machmudy Technindo (GMT).

Direktur Utama (Dirut) CV. GMT, M. Mahmudi, mengatakan, sangat disayangkan jika produksi puncak Blok Cepu nantinya mengalami kemoloran. Karena, selain merugikan pemerintah, juga kontraktor yang ikut kecipung dalam pengerjaan proyek.

“Kalau molor pastinya nilai kontrak kontraktor subkonnya juga akan ikut molor juga. Sehingga, akan membengkakan biaya yang dikeluarkannya, Mas,” kata M. Mahmudi kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (27/11/2013).

Dia menjelaskan, kalau memang terjadi molor dan perpanjangan kontrak ada biaya tambahan ditanggung mainkontraktor ataupun operator masih beda lagi. Karena, kontraktor maupun subkon tidak merugi.

“Apapun bentuknya hal ini juga tidak baik. Meskipun ada biaya tambahan. Sebab, tidak mendidik kearah yang baik sebagai kontraktor untuk menuju keprofesionalannya,” jelasnya.

Baca Juga :   PPM K3S di Bojonegoro Seharusnya Sudah Bisa Dilaksanakan

Dia berharap, bagi operator untuk segera mengambil sikap agar produksi puncak tersebut tetap terwujud sesuai dengan target yang ditentukan.

Alhamdulillah selama ikut mengerjakan proyek di Engineering Procuremen and Construktion (EPC)-1 untuk pencairan dana dari mainkontraktor berjalan lancar tidak ada kendala per satu bulannya,” imbuhnya menjelaskan. (sam)   

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *