SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Otak komplotan dari perampasan tas berisi uang Rp100 juta milik, Kastutik (36), bos dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Lohjinawe, Jalan Letda Sutjipto, Tuban, pada tanggal 19 Nopember 2013 lalu, ternyata seorang Calon Anggota Legislative dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Pelaku yang diketahui bernama Indra Kusumah (46), mengaku adalah Caleg dari PPP untuk dapil 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musiwaras, Sumatera Selatan.
“Selain itu saya juga anggota DPC PPP Musiwaras,†kata Indra, kepada SuaraBanyuurip.com saat ditemui di Mapolres Tuban, Rabu (27/11/2013).
Indra tidak memungkiri, kalau uang hasil perampasan ini akan digunakan modal kampanye untuk menjadi Caleg. Rencananya, uang hasil rampasan akan dibagi rata apabila mereka telah berhasil melakukan perampasan tas milik para nasabah bank, diberbagai kota yang menjadi sasarannya.
“Minimal 100 juta, semua dana untuk nyaleg kan harus pakai dana pribadi,†jawab Indra, ditanya berapa kebutuhan dia untuk biaya kampanye.
Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Wahyu Hidayat, mengatakan kalau dalam komplotan yang berhasil dibekuk di Jombang tersebut, Indra bertindak sebagai otak komplotan perampasan tas milik nasabah bank.
Modusnya, mereka selalu menyaru menjadi nasabah disetiap kota yang disinggahi. Termasuk beberapa kota yang ada di Jawa Tengah, sebelum melakukan aksi di Kabupaten Tuban. Pun beraksi di beberapa kota lain yang berada di Jawa Timur, setelah melakukan aksinya di Kabupaten Tuban beberapa waktu lalu.
“Mereka bagi tugas, ada yang mengintai, membuntuti, hingga menjadi eksekutor ketika korban lengah,†jelas Wahyu Hidayat.
Selain Indra, saat ini petugas juga mengamankan 3 pelaku lain. Mereka dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.
Selain itu petugas juga mengamankan 3 unit sepeda motor yang mereka beli di Jakarta untuk melakukan operasi, uang tunai 7.450 ribu rupiah, satu buah karter, 10 buah ponsel, beberapa lembar uang dolar, dan sebelas kartu ATM dengan beberapa bank yang berbeda. (edp)