SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meminta, seluruh kontraktor proyek Engineering Procurement and Contructions (EPC) sumur migas Banyuurip, Blok Cepu mempercepat pengerjaan proyek. Â
“Kami meminta semua kontraktor EPCÂ melakukan percepatan pengerjaan proyek,”tegas Kepala Bagian Humas SKK Migas, Elan Biantoro.
Dia menyatakan, dari rapat koordinasi beberapa waktu lalu dari lima paket pekerjaan EPC harus melaksanakan percepatan pengerjaan proyek agar tidak molor lagi. “Utamanya, EPC 1, 3 dan 5 agar mengevaluasi kinerjanya. Sedangkan EPC 2 dan 4 masih bisa dikejar,” tukasnya.
Dari proyek pengembangan Blok Cepu ada lima paket EPC yang harus diselesaikan sesuai target. Diantaranya EPC 1 berupa fasilitas produksi senilai US$ 746,3 juta oleh PT Tripatra -Samsung, Untuk EPC 2 berupa desain dan instalasi pipa senilai US$ 57,03 juta yang dikerjakan oleh PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT Kelsri. EPC 3 yang berupa pembangunan pipa offshore dan mooring tower senilai US$ 131,164 juta digarap oleh PT Rekayasa Industri (Rekind) – LIKPIN LLC.
Sementara untuk proyek EPC 4 yang berupa fasilitas penampungan dan bongkar muat terapung (floating storage offlaoading/FSO) senilai US$ 298,7 juta digarap oleh PT Scorpa Pranedya-Sembawang Shipyard. Serta proyek EPC 5 yang berupa fasilitas pendukung seperti waduk, kantor dan tempat tinggal karyawan dikerjakan oleh PT Hutama Karya dan PT Rekayasa Industri (Rekind). (rien)